Tidak Terima Sikap Rektor STPK Banau Sambut Baik Kehadiran PT Geo Dipa di Halbar, Sema Habar Kota Buka Suara
Tidak Terima Sikap Rektor STPK Banau Sambut Baik Kehadiran PT Geo Dipa di Halbar, Sema Habar Kota Buka Suara
PORDES TERNATE – Sikap Rektor STPK Banau Halmahera Barat yang menyambut baik kehadiran PT Geodipa Energy menjadi satu langkah buruk bagi Pengurus Sentral Mahasiswa Halmahera Barat (SEMA HABAR) Kota Ternate saat ini.
Dengan sikap dari Rektor STPK Banau, Sema Habar segera melakukan rapat koordinasi dalam rangka membicarakan kehadiran PT Geodipa Energy yang akan masuk di Kabupaten Halmahera Barat nanti.
Kehadiran PT Geodipa Eneegy di Kabupaten Halmahera Barat menimbulkan kekhawatiran dikalangan masyarakat dan mahasiswa, hal ini disebabkan ada dampak negatifnya sehingga menimbulkan kekhawatiran dikalangan orang-orang terdidik.
Sema Habar Kota Ternate, saat meminta komentar kepada Wakil Sekretaris Bidang (Wasekbid) dari Gerakan Aksi Mahasiawa (GAM) Sukri Ali M.Hamza kemudian mengkritisi sikap Abdurrahman Hoda selaku (Rektor) yang sangat mendukung dan menyambut baik kedatangan Kementrian ESDM dan PT Geo Dipa di STPK Banau Rabu, 24 Januari 2024 dini hari.
“Kami sesali dengan sikap dari bapak Rektor yang mendukung penuh serta membuka ruang kepada Kementrian ESDM dan PT Geo Dipa tanpa melihat nasib petani kita,” ungkap Sukri
“Karena ini sudah pastinya yang disosialisasikan pada Mahasiswa dan Pelajar SMA hanya dampak positif ketika panas bumi di Jailolo sudah digarap.” ujarnya.
“Mahasiswa asal dari Desa Tauro Halamahera Barat itu juga mengakatan, bahwa PT Geo Dipa, ini bukan hanya saja menguasai potensi panas bumi di Maluku Utara, tetapi di Provinsi Jawa Barat juga potensi panas bumi telah digarap dan menghadirkan krisis ekologi,” Cetusnya
Di Dieng itu juga PT Geo Dipa juga hadir, bahkan banyak hal-hal yang terjadi ketika PT Geo Dipa berada seperti.
“Gas meledak, gas beracun yang bocor, keTidak Terima Sikap Rektor STPK BANAU Saat Menyambut Baik Kehadiran PT Geo Dipa di Halmahera Barat, SEMA HABAR Kota Ternate Buka Suara
PORDES TERNATE – Sikap Rektor STPK BANAU Halmahera Barat menyambut baik kehadiran PT Geodipa Energy menjadi satu langkah buruk bagi Pengurus Sentral Mahasiswa Halmahera Barat (SEMA HABAR) Kota Ternate sat ini, dengan sikap dari Rektor STPK BANAU Sema Habar segera melakukan Rapat Koordinasi dalam rangka membicarakan kehadiran PT Geodipa Energy yang akan masuk di Kabupaten Halmahera Barat nanti.
Kehadiran PT GEODIPA ENERGY di Kabupaten Halmahera Barat menimbulkan kekhawatiran dikalangan masyarakat dan mahasiswa, hal ini disebabkan ada dampak negatifnya sehingga menimbulkan kekhawatiran dikalangan orang-orang terdidik.
Sema Habar Kota Ternate, saat meminta komentar kepada Wakil Sekretaris Bidang (Wasekbid) dari Gerakan Aksi Mahasiawa (GAM) Sukri Ali M.Hamza kemudian mengkritisi sikap Abdurrahman Hoda selaku (Rektor) yang sangat mendukung dan menyambut baik kedatangan Kementrian ESDM dan PT Geo Dipa di STPK Banau. (Rabu, 24/01/2024) dini hari
Hal tersebut menghadirkan amarah dan kekecewaan bahkan menegaskan,
“Kami sesali dengan sikap dari bapak Rektor yang mendukung penuh serta membuka ruang kepada Kementrian ESDM dan PT Geo Dipa tanpa melihat nasib petani kita.” Ungkap Sukri
“Karena ini sudah pastinya yang disosialisasikan pada Mahasiswa dan Pelajar SMA hanya dampak positif ketika panas bumi di Jailolo sudah digarap.” Ujarnya
“Mahasiswa asal dari Desa Tauro Halamahera Barat itu juga mengakatan, bahwa PT Geo Dipa, ini bukan hanya saja menguasai potensi panas bumi di Maluku Utara, tetapi di Provinsi Jawa Barat juga potensi panas bumi telah digarap dan menghadirkan krisis ekologi.” Cetusnya
Di Dieng itu juga PT Geo Dipa juga hadir, bahkan banyak hal-hal yang terjadi ketika PT Geo Dipa berada seperti, gas meledak, gas beracun yang bocor, kemudian ledakan pipa, itu kan hal-hal yang mengganggu kesehatan dan keberlangsungan hidup masyarakat sekitar.
Sementara itu, M Haris Kunter (Ketua Umum) saat diwawancarai Portal Desa mengatakan, pihaknya sangat tidak mendukung dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat yang dengan gigih dan berani memberikan kesempatan kepada PT Geo Dipa untuk menggarap potensi panas bumi di Jailolo.
“Padahal sudah tau dampaknya, jujur kami sangat menyesali langkah pemerintah ini yang sangat menginginkan PT Geo Dipa untuk menggarap potensi panas bumi di desa Bobo dan Idamdehe tanpa melihat kehidupan dan kondisi desa tersebut,” katanya.
“Mayoritas masyarakat di kedua desa itu kan petani maka kehadiran PT Geo Dipa akan membunuh perekonomian masyarakat petani kita,” sambungnya.
Menurut Haris, selama bertahun-tahun masyarakat di Halmahera Barat mampu hidup mandiri tanpa adanya investasi pertambangan dalam bentuk apapun. Maka pihaknya tetap menolak kehadiran PT Geo Dipa.
Haris, salah satu Mahasiswa IAIN Ternate ini sangat mendukung aksi demonstrasi yang dilakukan oleh teman-teman Sentral Mahasiswa Indonesia Halmahera Barat (SEMA INDO-HALBAR) yang berada di DKI Jakarta pada tanggal 24 Januari 2024.
“Kami mendukung dan mendo’akan semoga hal-hal baik yang dilakukan teman-teman SEMA INDO HALBAR di Jakarta menghasilkan hasil positif untuk masyarakat Halbar,” harapnya. (Jufri)

