Populasi Ular Menurun, Mapala Unqomar Gresik Dan Exalos Indonesia Ajak RPH Panceng Tanam Bambu

PORDES GRESIK – Tahun 2023 lalu, masyarakat Panceng yang masuk pada wilayah Kabupaten Gresik, Jawa Timur dua kali mangalami gagal panen.

Melihat permasalahan tersebut, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Qomaruddin Gresik dan Komunitas Reptil Exalos Indonesia Regional Surabaya menggandeng Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Panceng untuk mengadakan kegiatan tanam bambu, Senin 15 Januari 2024.

Koordinator Mapala Unqomar Gresik, Nasrudin kepada Portal Desa mengungkpkan banyak keluhan masyarakat yang resah dengan keadaan ladang mereka yang sering gagal panen.

“Setelah kami selidiki, penyebab kegagalan panen adalah tikus. Pemangsa tikus adalah ular. Mengingat selama ini masyarakat jika bertemu ular langsung membunuhnya, belum lagi ular yang mati karena tergilas kendaraan di sepanjang jalan raya Deandles. Bahkan ada beberapa oknum yang sengaja berburu ular dengan demikian populasi ular menurun,” ungkap Nasirudin.

“Saya bersama teman – teman mengedukasi kepada masyarakat untuk tidak membunuh ular sembarangan,” imbuh Nasirudin.

Nasirudin berpesan jika bertemu dengan ular diharapkan hanya menangkap dan membuangnya di tempat yang jauh dari pemukiman warga.

Sementara itu, Ketua Exalos Indonesia Regional Surabaya, Edson menambahkan bahwa habitat ular adalah bambu, disamping manfaat pohon bambu sebagai penahan air dan tanah supaya tidak longsor karena akar bambu yang mengikat tanah untuk tidak erosi.

“Kami Exalos Indonesia siap membantu 24 jam untuk menangani jika ada ular yang masuk ke rumah warga atau di mana saja yang sekiranya mengganggu,” ujar Edson.

KRPH Panceng, Edi Purwono mengucapkan terima kasih atas kepedulian mahasiswa Mapala dan komunitas Exalos Indonesia terhadap kelestarian lingkungan.

“Terima kasih banyak atas perhatian dari teman – teman semua yang dengan tulus sudi menjaga keseimbangan rantai makanan. Semoga di tahun depan panen melimpah dan tidak lagi gagal karena tikus yang merajalela,” ucap Edi.

Pantauan Portal Desa, kegiatan di sekitar kawasan hutan lindung tersebut juga di lakukan penanaman bambu juga tanama lain yaitu pohon sukun, mangga dan sawo. (Kurniasih)