Sosialisasikan Program MBG: 34 Unit SPPG Sudah Beroperasi di Banten
Sosialisasikan Program MBG: 34 Unit SPPG Sudah Beroperasi di Banten
PORDES BANTEN – Sosialisasi Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Tubagus Haerul Jaman, bersama Badan Gizi Nasional (BGN) gencar dilakukan di wilayah Kota Serang, Provinsi Banten.
Dengan dihadiri 300 orang peserta, program untuk mengatasi masalahan gizi buruk ini digelar di SMKN 2, Cipare, Kecamatan Serang, Kota Serang dengan tajuk ‘Bersama mewujudkan generasi sehat Indonesia.’
Anggota Komisi IX DPR RI, Tubagus Haerul Jaman mengatakan program ini difokuskan pada pemberian akses makanan bergizi secara gratis kepada anak-anak.
“Program ini di khususnya untuk anak-anak yang masih menempuh pendidikan, terutama di wilayah terpencil dan sulit dijangkau,” terang Tubagus Haerul, Senin 19 Mai 2025.

Menurut Tubagus Haerul dengan adanya dukungan penuh dari masyarakat program MBG ini bisa terlaksana dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Partisipasi bersama sangat diperlukan agar target optimalisasi pemenuhan gizi bagi anak-anak di seluruh Indonesia dapat tercapai sesuai rencana ditahun ini,” katanya.
Lebih lanjut Tubagus Haerul mengatakan sebagai bagian dari pelaksanaan program MBG pemerintah juga terus mendorong pendirian SPPG di Kota Serang.
Di Banten kata dia ada sebanyak 43 unit SPPG telah beroperasi, sementara 35 lainnya sedang dalam proses penyelesaian. Di Kota Serang sendiri, baru terdapat 6 unit SPPG yang aktif melayani masyarakat.
“Kami terus melakukan evaluasi untuk mengatasi berbagai tantangan, sehingga program ini dapat memberikan hasil yang maksimal,” imbuhnya.
Tubagus Haerul mengajak generasi muda, khususnya Karang Taruna di wilayah desa untuk turut berperan aktif dalam program MBG tersebut.
“Karang Taruna dapat menjadi mitra strategis dalam memastikan keberhasilan program ini. Bersama, kita wujudkan Indonesia yang lebih sehat dan berdaya saing,” pungkasnya.
Sementara Tenaga Ahli Deputi Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional Meida Octarina juga menegaskan pemerintah serius dalam menjalankan program MBG untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Program SPPG atau Dapur Gizi adalah langkah penting pemerintah untuk memastikan anak-anak Indonesia terutama di daerah-daerah terpencil mendapatkan makanan bergizi,” kata Meida.
Meida menjelaskan dalam program ini, anak-anak akan menikmati menu yang dirancang khusus dengan kombinasi protein hewani, karbohidrat, sayur-mayur, buah segar, dan susu atau produk olahannya.
“Pemenuhan gizi ini bisa membantu anak-anak tumbuh sehat dan menjadi generasi hebat yang siap bersaing di level dunia,” katanya.
Tidak hanya itu program SPPG ini juga memastikan ibu hamil ini mendapatkan asupan nutrisi yang cukup agar dapat melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan sehat.
“SPPG adalah bagian dari visi besar Indonesia menuju Indonesia Emas 2045, saat kita merayakan 100 tahun kemerdekaan dengan harapan menjadi bangsa yang maju, makmur, dan kompetitif secara global,” imbuhnya.
Media meminta kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap pihak-pihak yang menawarkan jasa pendaftaran SPPG dengan janji proses cepat atau meminta bayaran.
“Perlu diketahui bahwa seluruh pendaftaran SPPG hanya dilakukan melalui jalur resmi dan harus sesuai prosedur Badan Gizi Nasional. Mari kita dukung program ini dengan penuh semangat dan tanggung jawab,” ujarnya.
Ditempat yang sama Ahmad Sanukri, selaku narasumber lokal sekaligus Staff Administrasi Anggota DPR RI, menyampaikan pentingnya pemenuhan gizi bagi bagi tumbuh kembang masyarakat.
“Kami mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan mengawasi pelaksanaan program Makan Bergizi gratis,” kata Sanukri.
Menurut Sanukri Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kesehatan dan kecerdasan generasi muda, tetapi juga membawa dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, terutama di Kota Serang.
Sebagai wujud keseriusan, Pemerintah Provinsi Banten telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp400 miliar untuk menjamin program ini berjalan maksimal.
“Anggaran ini adalah bentuk investasi jangka panjang demi masa depan cerah bagi anak-anak kita dan masyarakat luas,” katanya.
Selain memberikan manfaat kesehatan dan pendidikan lanjut Sanukri, program MBG juga menciptakan efek domino yang luar biasa bagi ekonomi lokal.
Kehadiran Dapur Gizi atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membuka peluang kerja sama dengan petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil seperti pedagang sayur, buah, ikan, serta ayam.
“Ini adalah kesempatan besar untuk memberdayakan masyarakat lokal, memperkuat ekonomi daerah, dan meningkatkan pendapatan keluarga,” tambahnya.
Namun, ada hal penting lainnya yang tidak boleh kita abaikan, yaitu pengelolaan sampah yang dihasilkan dari dapur SPPG.
Dalam semangat keberlanjutan, kami mendorong masyarakat untuk turut serta membantu pengelolaan sampah ini.
Sampah organik seperti sisa makanan dan sayuran bisa diolah menjadi kompos untuk pupuk tanaman, sedangkan sampah anorganik seperti plastik harus dipilah dan didaur ulang.
“Keterlibatan aktif masyarakat, seperti bergabung dalam pelatihan pengelolaan sampah atau mendirikan bank sampah lokal, dapat memberikan manfaat tambahan bagi lingkungan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru,” tegasnya.
Dia mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan program ini sebagai peluang dalam membangun komunitas yang lebih kuat dan mendukung ekonomi lokal.
Partisipasi aktif dalam menyebarkan informasi kepada keluarga dan lingkungan sekitar akan memastikan manfaat program MBG bisa dirasakan oleh lebih banyak orang.
“Melalui kolaborasi dan gotong royong, kita dapat menjadikan program Makan Bergizi Gratis ini sebagai tonggak penting menuju Indonesia yang lebih sehat, lebih sejahtera, dan lebih ramah lingkungan. Bersama-sama, mari kita wujudkan masa depan cerah bagi bangsa dan generasi penerus kita!” tutupnya.(gabel).

