Komisioner Panwascam Cidaun Laksanakan Inovasi Intervew Jemput Bola Bagi Calon PTPS Di Dua Daerah

PORDES CIANJUR, – Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) Cidaun menggelar interviw berinovasi di dua tempat bagi calon Pengawas Tempat Pemilihan Suara (PTPS) dengan sistem jemput bola.

Interviw pertama didaerah pegunungan beralamat Desa Cibuluh dengan calon peserta dari 7 Desa diantaranya, Desa Gelarwangi, Mekar Jaya, Puncak Baru, Cibuluh,  Gelarpawitan,  Neglasari, dan Desa Cimaragang.

Kemudian kedua di daerah pesisir pantai selatan yakni, di Panwascam Cidaun dengan calon peserta berasal dari 7 Desa yakni Desa Karangwangi, Cidamar, Kertajadi, Jayapura, Cisalak, Karyabakti, dan Desa Sukapura.

Ketua Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Data dan Informasi pada panwascam Cidaun Gentar Hadianto mengaku pihaknya sudah melaksanakan interview untuk calon anggota PTPS se-Kecamatan Cidaun sejak 12-22 Oktober 2024.

“Di hari pertama kami sudah melaksanakan interviw untuk 7 desa di Cidaun bagian utara karena jangkauannya lebih jauh, jadi kami langsung jemput bola untuk melakukan interview yang terpusat di Desa Cibuluh,” terang Gentar kepada Portal Desa.

Lebih lanjut Gentar mengatakan untuk 7 desa di Sepadan pantai selatan Kabupaten Cianjur dilaksanakan di hari ke dua.

“karena kami mengantisipasi kendala yang kita hadapi, perjalanan begitu jauh, selain juga waktu, materi yang akan dikeluarkan untuk para calon juga lumayan banyak,” Jelasnya.

Gentar mengungkapkan jumlah peserta interviw secara keseluruhan sebanyak 125 orang peserta, dibagi  didua tempat, yakni di Desa Cibuluh 44 orang peserta.

“Dari jumlah 125 pendaftar tersebut yang di butuhkan sebanyak 118 orang untuk setiap TPS di Kecamatan Cidaun, sesuai dengan jumlah TPS se kecamatan Cidaun sebanyak 118 TPS, ” pungkasnya

Ditambahkan Ketua Sekretariat Panwascam Cidaun Ahmad Rivai menyampaikan, pelaksanaan interviw bagi calon PTPS di dua titik tersebut tidak ada hambatan.

“Alasan di laksanakannya  interviw didua tempat bagi calon PTPS ini karena peserta daerah pegunungan sangat jauh dari pusat kota Kecamatan,” kata Rivai.

Tidak hanya itu lanjut Rivai medan jalan yang menjadi tantangan tersendiri di setiap daerah, ditambah lagi cos biaya transportasi mereka untuk mengikuti interviw.

“Akan tetapi Alhamdulillah sukses dan tidak ada kendala,” pungkaanya. (Afzal)