Kamis, 8 Desember 2022

Diduga Lecehkan Seorang Gadis, Oknum Anggota DPRD Dilaporkan ke Polisi

Diduga Lecehkan Seorang Gadis, Oknum Anggota DPRD Dilaporkan ke Polisi

Pandeglang, PORDES – Gadis berusia 18 tahun, warga Kecamatan Majasari melaporkan oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pandeglang berinisial Y, lantaran diduga telah melakukan tindakan pelecehan seksual.

Wakapolres Pandeglang Kompol Andi membenarkan adanya laporan kasus pelecehan seksual yang dialami gadis tersebut melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pandeglang. Namun, laporan tersebut sempat dicabut oleh pihak korban pada 28 Mei 2022.

“Tiba-tiba korban yang didampingi dari dinas Perlindungan Perempuan dan Anak mencabut laporannya, padahal menurut penyidik sedang dalam proses pemeriksaan saksi dan tiba-tiba minta dilanjut lagi LP nya pada penyidik dimana betul yang dilaporkan itu inisial Y oknum anggota dewan,” terang Andi pada Rabu (23/11/2022).

- Advertisement -

Lebih lanjut Andi mengatakan, sebelum korban melakukan pencabutan laporan, Polres Pandeglang sudah melakukan pemeriksaan, dari hasil pemeriksaan tersebut pelaku dapat ditetapkan sebagai tersangka dengan ancaman hukuman pidana 9 tahun.

“Dari hasil visum ada tanda-tanda pencabulan dan menurut APH (Aparat Penegak Hukum) sudah memenuhi unsur, dan terduga pelaku bisa ditetapkan jadi tersangka,” tutur Kompol Andi sambil menjelaskan akan mempertemukan kembali antara pelaku dan korban.

Dijelaskan Andi, kronologis awal kejadian bermula saat korban mengantarkan kue ke rumah terduga pelaku di Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang dan korban di suruh masuk untuk menemui istri terduga pelaku yang saat itu tidak berada di rumah.

“Awalnya pada Kamis (21/04) sekitar jam 15.30 Wib di rumah pelaku di Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, korban mengantarkan kue, pelaku menyuruh agar korban masuk ke dalam rumah menemui istri pelaku, namun ternyata istri pelaku sedang tidak ada di rumah,” katanya.

Terduga pelaku kata Andi menanyakan harga kue yang dipesan istrinya dan memberikan uang tersebut kepada korban. Pelaku saat itu melakukan pelecehan terhadap korban dan pada saat hendak pulang, korban pun sempat diraba kembali oleh pelaku.

“Pas masuk, ternyata tidak ada siapa-siapa. Terus pelaku menanyakan harga pesanan berapa. Korban jawab Rp75 ribu, lalu pelaku masuk ambil uang dan ngasih Rp100 ribu,” tambahnya.

“Karena tidak ada kembaliannya, terus pelaku bilang ambil saja kembaliannya sambil mengusap kebagian dada korban dan mulai pada tanggal 22 November 2022 status perkaranya sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan,” pungkasnya. (Jaka/Bidhumas)

Berita Populer
BERITA HARI INI