Sempat Dibilang Setres, Satria Gusputra Bakal Kendalikan Pertanian di Tangerang Dengan Internet

PORDES TANGERANG – Satria Gusputra salah satu pekerja korporat ternamana di Indonesia lebih memilih resigen dan banting setir dari pekerjaannya. Dia memilih menjadi seorang petani di Kabupaten Tangerang.

Keputusannya terjun ke perkebunan dan meninggalkan kantor ber AC itu sempat dibilang sebagai orang yang stres, namun ia melihat ada potensi besar dari mengelola lahan tidur yang tidak termanfaatkan.

“Saya melihat desa ini memiliki banyak potensi lahan tidur yang bisa digarap, terlebih pemerintah sedang gencar menggalakkan swasembada pangan,” kata Satria dikutip, Minggu 7 Juni 2026.

Dengan merangkul dua pemuda di desanya Satria membentuk sebuah kelompok tani bernama Taruna Tani Milenial Al-Prakasa. Berjalan satu tahun usahanya belum juga menunjukan perkembangan.

Kondisi tersebut tidak membuat Satria menyerah dan patah semangat hingga kemudian langkahnya mendapat titik terang setelah berkonsultasi dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL).

“Respons dari pak Liswan (PPL) sangat positif. Beliau langsung membantu membentuk kelompok tani kami hingga resmi terdaftar di Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian,” katanya.

Meski saat ini alat pertanian yang digunakan oleh kelompoknya sebagian besar masih menggunakan sistem manual tapi satria sudah menatap kedepan pertanian di desanya dengan visi yang futuristik.

Konsep pertanian modern berbasis digital tengah ia rancang lahan pertanian yang ia kelola bakal dikendalikan oleh internet dan berharap bisa berjalan sepenuhnya.

“Kami ingin menerapkan sistem pertanian berbasis digitalisasi dan serba otomatis, di mana teknologi internet yang akan bermain dan mengendalikan sistem di lahan kami,” tandasnya.

Melalui bertani, Satria akan merangkul dan memperbaiki kepribadian pemuda yang terjerumus ke dalam lingkaran judi online hingga narkoba akibat dampak negatif media sosial.

Tantangan besar sektor pertanian saat ini menurut dia adalah penurunan jumlah petani usia produktif dan kebutuhan pangan yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk Kabupaten Tangerang.

Diketahui Taruna Tani Al Prakarsa kini telah dipilih oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang menjadi tempat Pelatihan Integrated Farming (Pertanian Terpadu) bagi Petani Milenial. (gabel).