Tangerang, PORDES – Konon Rumah Bolon Pematang Purba merupakan bangunan warisan Pangultop-ultop, Raja Simalungun pertama. Istana yang dibangun pada 1515 di Kecamatan Purba ini berjarak sekitar 170 kilometer dari Medan dan 70 kilometer dari Kota Pematangsiantar.

Istana yang diyakini telah berusia ratusan tahun ini merupakan tempat bagi sang raja beserta Puang Bolon (permaisuri) dan 11 selirnya atau nasi bolon.

Sebenarnya, sang raja mempunyai 24 istri. Sementara ke 12 istrinya yang lain tinggal di kampung-kampung di wilayah kerajaannya di Simalungun.

Pangultop-ultop atau yang juga dikenal sebagai Tuan Raendan ini merupakan raja yang sangat piawai dalam memimpin sehingga sosoknya pun sangat disegani oleh masyarakat.

Bahkan Tuan Raendan dikenal sebagai raja yang berjasa dalam membangun kejayaan kebudayaan di Simalungun dan telah diakui kepemimpinannya.

Di dalam Rumah Bolon Pematang Purba ini terdapat beberapa buah tanduk kerbau, tanduk kerbau tersebut merupakan tanduk kerbau yang pernah digunakan pada upacara adat Simalungun yang dipimpin langsung oleh sang raja. Bahkan jumlah tanduk yang ada di rumah Bolon mencerminkan jumlah raja yang telah memerintah.

Rumah Bolon dibangun dengan menggunakan kayu hutan dan tidak memakai paku, sehingga bangunan tersebut sekarang sudah babak belur alias roboh tidak terawat.

“Rumah bolon yang terletak di kecamatan Purba Kabupaten Simungun merupakan salah satu aset budaya simulungun yang layak untuk diperbaiki dan dirawat,” ujar Bishop Pemuda Simalungun.

“Sebab ketika sudah diperbaiki dan dirawat otomatis pengunjung yang datang pun akan banyak sehingga bisa menjadi daerah pariwisata Simalungun yang luar biasa,” Pungkasnya.

Rumah Bolon, selain merupakan istana tempat tinggal raja, masih memiliki sembilan bagian bangunan lainnya yang masih satu kesatuan dengan dengan rumah utama atau istana raja.

Bangunan lainnya yang masih merupakan bagian dari Rumah Bolon yaitu, Lopou yang merupakan kamar tidur raja, menerima tamu-tamu terhormat serta sidang-sidang terbatas yang bersifat khusus.

Kemudian ada lagi Balei Bolon tempat mengadakan musyawarah atau peradilan. Selanjutnya Jabu Jungga adalah kediaman Panglima tentara kerajaan yang disebut Raja.

Dengan demikian, sangat layak rumah bolon tersebut untuk dibenahi agar bisa menjadi tempat pariwisata yang unggul di daerah Kabupaten Simalungun.

Pewarta : Rido ps