Warga Desa Ambuau Indah Pertanyakan Aturan Penerima BLT
Warga Desa Ambuau Indah Pertanyakan Aturan Penerima BLT
Buton, PORDES – Warga Desa Ambuau Kecamatan Lasalimu Selatan Dusun tiga mempertanyakan tentang aturan tentang penerima bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD), pasalnya ada sejumlah warga yang tadinya menerima, kini tidak lagi menerima BLT dengan berbagai alasan yang tidak jelas.
Sebanyak 10 orang warga yang mempertanyakan hal tersebut mengaku tidak lagi menerima BLT itu sejak bulan Mei 2021, dan sampai saat ini tidak ada lagi namanya sebagai penerima bantuan.
Mereka yang mempunyai hak menerima bantuan itu pun mempertanyakan kepada Kepala Dusun (Kadus) 3 Desa Ambuau Indah Ratna Fula.
Muhamad Yamin, seorang warga yang sudah tidak menerima bantuan menyampaikan alasan Kadus Ratna Fula saat menjelaskan kepada warga.
“Kata ibu Kadus, alasan tidak ada lagi nama warga sebagai penerima bantuan karena sudah dihapus dari pusat, dan sekarang sudah digantikan dengan bantuan obat- obatan untuk pertanian,” katanya. Senin (17/10/2022).
Warga menilai alasan Kadus Ratna tidak masuk akal dan pembodohan terhadap masyarakat.
Terpisah, Wakil Ketua BPD Desa Ambuau Indah Nasirun mengatakan, alasan pemerintah Desa Ambuau Indah itu sangat bertentangan dengan aturan yang berlaku, pasalnya menurut dia, kalau masyarakat yang telah tercantum namanya tidak bisa lagi dirubah apalagi dihilangkan dengan alasan apapun.
“Karena semua penggunaan dana desa sudah ada buku petunjuknya dan kita tidak bisa main diluar aturan, kalau memang ada Aparat Desa dengan sengaja mau main-main dengan aturan penggunaan dana desa ok, nanti kita lihat dan saya pribadi akan melaporkan semua yang menjadi keluhan masyarakat saya,” tegasnya.
“Kita semua pada tau bantuan racun ataupun pupuk itu adalah salah satu program pemerintah dibidang kesehatan pangan, dan tidak ada hubungannya dengan dana Desa,” sambung Nasirun melalui selulernya.
Lebih jauh Nasirun membeberkan, kegiatan seperti ini diduga kuat adalah salah satu pembodohan terhadap masyarakat, dan hal seperti ini ia tidak akan membiarkannya.
“Saya akan usut tuntas sampai ke akar-akarnya biar semua ini menjadi terang benderang, tanpa ada yang ditutupi sedikitpun, marilah kita berkerja dengan sejujurnya karena kita ini punya gaji yang cukup, jangan lagi merampas hak orang lain,” tutup Nasirun. (Asrunode)

