Tak Tega, Sutiyyah Warga Camplong Menderita Kanker Payudara, Butuh Uluran Tangan
Sampang, PORDES – Dengan hidup keterbatasan tak berdaya dengan menahan rasa sakit yang di deritanya, Sutiyyah (55) warga dusun Pesisir Timur, Desa Dharma Camplong Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang, sudah hampir 2 tahun menderita penyakit Kanker Payudara, akibat keterbatasan biaya, ia hanya bisa pasrah dan sambil berdo’a meminta ada keajaiban kesembuhan dari yang Maha Kuasa, minggu (02/01/2022).
Dari keterangan Abd. Wahed (45), tetangga Sutiyyah, Portal Desa mengunjungi kediaman Sutiyyah, Minggu (2/1/2022).
Awi (60) suami dari Sutiyyah, yang kerjanya hanya melaut menjelaskan, sudah hampir 2 tahun istrinya menderita penyakit Kanker Payudara, dan empat bulan belakangan ini penyakitnya bertambah parah, hanya bisa terbaring tidak berdaya dengan menahan rasa sakit yang di deritanya.
“Kami hanya bisa pasrah kepada Allah SWT. Kalau berobat palingan ke orang pintar, karena keterbatasan biaya, apalagi sekarang kan masa pandemi, cari kerjaan susah biasanya apalagi musim sekarang, kalau melaut juga lihat kondisi cuaca, kerjaan saya tidak nentu, kadang 2 minggu tidak kerja karena kondisi cuaca tidak mendukung, jadi bingung pak, jangankan untuk berobat istri untuk makan sehari-hari pun kami kekurangan,” ungkapnya bersedih.
“Saya sedih pak, melihat istri merintih terus terusan menahan rasa sakit yang dideritanya, apalagi sekarang sudah bertambah parah penyakit kanker payudaranya, paling hanya bisa berdo’a meminta keajaiban kesembuhan istri saya Pak,” sambung Awi.
Di tempat yang sama, Abd. Wahed tetangga dari Sutiyyah saat di minta keterangannya mengatakan, memang benar Sutiyyah menderita penyakit kanker payudara.
“Apalagi sekarang penyakitnya tambah parah. Kalau berobat paling ke orang pintar Mas, kalau ke rumah sakit belum pernah dikarenakan keterbatasan biaya, sebenarnya sedih melihat kondisi Sutiyyah kasian karena terus menahan rasa sakit yang di deritanya, tapi apalah daya, kami hanya membantu mendoakan semoga ada yang menolong Sutiyyah,” tuturnya.
“Sekiranya Pemerintah dan Para Dermawan mau membantu untuk pengobatan dan mengulurkan tangan meringankan beban Sutiyyah, yang terbaring sakit tidak berdaya dengan keterbatasan hidupnya,” harap Wahed. (lik/pordes)

