PT Pupuk Indonesia Siapkan 1,13 Juta Ton Pupuk Bersubsidi

PORDES TUBAN, – Guna mendukung program percepatan tanam yang disampaikan Menteri Pertanian saat kunjungan kerja di Tuban mengatakan, PT Pupuk Indonesia (Persero) menyiapkan gagasan  dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan menekan impor beras.

Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia, Gusrizal memberi penjelasan bahwa pihaknya mendukung program tersebut dengan menyiapkan stok pupuk bersubsidi.

“Saat ini stok pupuk bersubsidi tersedia sebesar 1.135.727 ton. Jumah tersebut terdiri dari pupuk Urea sebesar 785.050 ton, pupuk NPK sebesar 341.705 ton, serta NPK formula khusus kakao sebanyak 8.972 ton,” jelas Gusrizal, Jum’at 24 Nopember 2023.

Kata Gusrizal, Pupuk Indonesia didukung oleh fasilitas distribusi seperti 15 unit pengantongan dan distribution center, 13 kapal dengan 222 rute angkutan laut, 8.131 armada truk angkutan darat, 581 gudang dengan kapasitas 2,89 juta ton, memiliki 1.068 jaringan distributor, serta 26.155 mitra kios resmi.

Gusrizal menyebut, Direksi Pupuk Indonesia juga sedang melakukan kunjungan ke berbagai daerah untuk melihat kesiapan gudang distributor dan kios.

“Pada hari ini sejumlah direksi juga turun ke lapangan, ada yang ke Gorontalo dan Jambi. Sementara saya ke Jawa Timur.

Kata Gusrizal, Pupuk Indonesia kembali menegaskan kepada distributor dan pemilik kios untuk senantiasa menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai ketentuan.

“Pupuk bersubsidi disalurkan kepada petani sesuai dengan ketentuan pemerintah,” jelas Gusrizal.

Menurut Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022 bahwa untuk mendapatkan pupuk bersubsidi petani wajib tergabung dalam kelompok tani, terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian (SIMLUHTAN), menggarap lahan maksimal dua hektare.

Pemerintah juga menetapkan sembilan komoditas strategis yang berhak menerima subsidi pupuk, antara lain padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, kopi, tebu, dan kakao. Kesembilan komoditas ini merupakan komoditas pertanian strategis yang berdampak terhadap terhadap laju inflasi,  sehingga ditetapkan menjadi prioritas sekaligus meningkatkan efektivitas subsidi pupuk. (Ali Maskur)