Plt Kepala SMKN 2 Kabupaten Tangerang Bantah Dugaan Intervensi dan Titipan Siswa ke Panitia PPDB 2023

PORDES TANGERANG – Plt Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 2 Kabupaten Tangerang, Kamsono, membantah dugaan intervensi dan menitipkan ratusan siswa kepada panitia PPDB tahun 2023. Tuduhan para pendemo tersebut menurutnya itu tidak benar, dan yang di lakukannya itu sudah sesuai dengan aturan.

“Tuduhan itu tidak benar, jadi awal itu kita menerima 864 siswa, setelah di umumkan ternyata banyak desakan dari beberapa pihak supaya bisa diterima, kita konsultasi dengan Dinas Provinsi Banten yang di hadiri DPRD Provinsi Banten, sehingga di akomodir hanya saja tidak semua,” kata Kamsono saat di hubungi Portal Desa, Selasa 25 Juli 2023.

Lebih lanjut Kamsono menjelaskan, bicara jumlah penerimaan siswa menurutnya itu sudah sesuai dengan aturan, dan tidak ada intervensi maupun titipan yang ia lakukan kepada panitia, sebab pihaknya pun berharap proses PPDB tahun 2023 di SMKN 2 Kabupaten Tangerang sesuai aturan.

“Karena lagi-lagi kita bina masyarakat sehingga di akomodir hanya saja tidak semua, kalau saya intervensi dan menitip 350 siswa, silahkan tanya saja ke panitia karena yang saya harapkan sesuai dengan aturan,” jelasnya.

Disinggung soal masih ada warga setempat yang tidak diterima, Kamsono menjelaskan, proses PPDB di SMK itu bukan seperti di SMA yang berdasarkan sistem zonasi melainkan tes potensi akademik dan seleksi pada raport.

“SMK itu bukan sistem zonasi tetapi tes, dan seleksi yang pertama itu seleksi raport di tambah tes potensi akademik, sehingga alamat itu di abaikan, kalau dia tesnya masuk yah masuk melalui persaingan adapun orang di luar Sepatan ada yang masuk dia juga kan warga provinsi Banten karena SMK bukan seperti SMA,” jelasnya.

SMK itu, kata Kamsono, melayani beberapa kecamatan dan di kabupaten Tangerang baru ada 14 sekolah SMK, jadi menurutnya hal yang wajar jika SMK Negeri 2 Kabupaten Tangerang itu di buru dari mana-mana dan pihaknya harus melayani, ia menegaskan bahwa PPDB SMK bukan sistem zonasi.

“Saat ini karena sudah penuh tidak akan lagi ada penambahan kecuali kepala dinas menginstruksikan untuk penambahan baru saya akan menerima tapi kalau saya sendiri saya tidak berani karena saya hanya pelaksana kalau misalnya ada regulasinya yang jelas saya terima,” pungkasnya.

Sebelumnya, sekelompok massa yang menamakan diri sebagai Gerakan Sepatan Bersatu (GSB) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, pada Senin 24 Juli 2024

Dalam aksi nya itu mereka membentangkan spanduk di pintu gerbang sekolah dan meminta agar sistem seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2023 di sekolah kejuruan tersebut di buka secara transparansi baik yang di terima maupun yang tidak di terima.

Koordinator Aksi Mohamad Jembar mengungkapkan, ini adalah menyampaikan sebuah aspirasi di mana Gerakan Sepatan Bersatu menuntut PPDB ini jujur transparan, karena terindikasi bahwa Plt kepala SMK Negri 2 Kabupaten Tangerang diduda menyodorkan kepanitia titipan-titipan yang begitu banyak hampir 250 sampai 350 siswa.(gabel)