Perumda NKR Siapkan 650 Ruang Dagang Sementara Untuk Tampung Pedagang Aktif Pasar Kotabumi

PORDES TANGERANG – General Manager (GM) PT Sarana Niaga Nusantara, Wiliam, yang menjadi mitra Perumda Pasar NKR Kabupaten Tangerang pada revitalisasi pasar Kotabumi menyebut pihaknya telah mempersiapkan sebanyak 650 ruang dagang sementara untuk pedagang setempat secara gratis.

“Perumda sudah mendata para pedagang aktif yang ada di pasar Kotabumi itu dari tahun 2019 sampai 2022 ada 590 pedagang, tapi ruang dagangnya ada 774, berarti di pasar Kotabumi itu ada pedagang yang mempunyai lebih dari 1 ruang dagang,” kata Wiliam kepada Portal Desa, Jumat 21 Juli 2023.

Lebih lanjut Wiliam mengungkapkan meski Perumda pasar NKR telah memberikan batas waktu pendaftaran sampai dengan tanggal 10 Juli 2023 kepada para pedagang, namun masih ada diantara mereka itu yang belum melakukan pendaftaran.

“Saya sudah ketemu dengan pedagang tapi sepertinya mereka itu bingung antara mau ngikut perumda atau tidak, mungkin tidak terlalu paham karena kekisruhan di pasar, tapi sebetulnya perumda ini sangat terbuka dan menjaga agar tidak ada pedagang dari luar yang masuk ke sini,” katanya.

Maka dari itu, kata Wiliam, untuk mengantisipasi pedagang luar memiliki ruang dagang di pasar Kotabumi, perumda pasar NKR telah membuat prosedur yang mengharuskan para pedagang pasar Kotabumi mengikuti tahapan verifikasi.

“Jadi pedagang yang aktif disana yang akan pindah ke sini karena tempat ini untuk memfasilitasi pedagang yang mau lanjut jualan di pasar Kotabumi yang baru, dan perlu di ingat, di penampungan sementara ini tidak ada sewa menyewa, di sini itu gratis tapi di luar itu ada uang tanda jadi dan itu hanya perikatan saja,” jelasnya.

Pengusaha muda itu juga memberikan apresiasi kepada Perumda pasar NKR Kabupaten Tangerang karena telah berani mengambil sikap dan keputusan yang tepat untuk melakukan revitalisasi terhadap pasar kutabumi untuk menjadi pasar modern.

“Pasar bayem waktu itu gagal di revitalisasi alhasil pasar bayem sekarang mati karna masyarakat nya sudah berubah sudah pindah berbelanja ke pasar modern superindo karena mereka sudah tidak nyaman dengan pasar tradisional,” pungkasnya. (gabel)