Peringati HAN 2022, Ketua Tim PKK Trenggalek Inginkan Anak Tidak Hanya Sebagai Objek Melainkan Juga Subjek Pembangunan

Trenggalek, PORDES – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek Novita Hardini, menginginkan anak tidak hanya menjadi objek pembangunan saja, melainkan juga sebagai subjek pembangunan. Rabu (3/8/2022).

Hal itu dikatakan Novita Hardini, saat menjadi salah satu narasumber dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2022, yang berlangsung di Pasar Pon Kabupaten Trenggalek.

Novita juga mengatakan, anak merupakan sumber daya bagi pembangunan yang akan datang sehingga tumbuh kembangnya perlu dikawal dengan optimal. Untuk berkembang dengan baik tentunya perlu adanya pendampingan dari para orang tua dan ilmu parenting yang baik.

“Ini merupakan salah satu rangkaian peringatan hari anak nasional 2022 yang dimulai dari tanggal 2, 3 dan tanggal 8 Agustus 2022 nanti. Dimana kita akan mengkampanyekan bahwa anak itu tidak hanya menjadi obyek namun juga subjek pembangunan,” ungkap Novita.

“Kita harus benar benar melibatkan anak dalam pembangunan, utamanya dalam kegiatan sehari-hari, sambung istri Bupati Trenggalek itu. Kita harus mengkampanyekan bagaimana keterlibatan orang tua dalam parenting, keterlibatan bapak dalam parenting. Yang juga penting adalah menjaga anak, melindungi anak-anak dari potensi dan ancaman kekerasan seksual, kekerasan verbal maupun non verbal,” imbuhnya.

“Kemudian pengabaian orang tua, pembulian di sekolah maupun kesehatan-kesehatan mental yang harus kita lindungi dari setiap anak,” tambahnya.

Ketua Tim PKK Trenggalek ini berharap, ini bisa menjadi momentum pengingat, karena tadi banyak sekali informasi-informasi parenting yang bisa didapat oleh orang tua baik yang mendengarkan secara online maupun offline.

“Apalagi pembicara dalam kegiatan ini ada Psikolog anak kemudian kepala dinas pendidikan tadi juga menyinggung mengenai pencipta sidik jari dimana anak terlahir tidak ada yang bodoh. Mereka mempunyai potensi kecerdasannya masing-masing,” terangnya.

Dia menambahkan, ini yang harus disosialisasikan kepada para orang tua, sehingga tidak ada lagi ekspektasi yang merusak kesehatan mental anak. Yang ada adalah para orang tua harus memberikan kebaikan-kebaikan.

“Cinta cinta supaya anak itu punya resiliensi, mampu melindungi dirinya sendiri dari segala bentuk kekerasan yang mungkin akan diterima ketika sudah mulai dewasa nanti, tutup penggiat perempuan itu,” tutup Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek Novita Hardini.

Pewarta: Rudi Sukamto
Sumber: Humas Pemkab Trenggalek