Maluku Utara, PORDES – Salah satu Perguruan seni bela diri taekwondo, Dragon Club, di Kota Ternate, melaksanakan latihan persiapan ujian kenaikan tingkat, di kantor Wali Kota, Jumat (24/12/2021).

Sebagaimana di ketahui, bahwa bela diri taekwondo ini merupakan cabang seni olahraga bela diri yang berasal dari Korea Selatan. Seni bela diri ini dikenal juga dengan teknik menggunakan kaki dan tangan, sebagai senjata bela diri untuk menaklukan lawan.

Riza, pemilik dari Dragon Club bela diri taekwondo, yang juga sebagai Sabeum Nim (pelatih), mengatakan, di Perguruan Dragon Club ada 5 orang pelatih sebagai pengajar bela diri, yaitu, Sabeum Nim Riza, Sabeum Nim Hilda, Sabeum Nim Sela, Sabeum Nim Tiara, dan Sabeum Nim Reza.

“Jadwal yang sudah ditentukan sebanyak 3 kali dalam seminggu, setiap Senin dan Rabu, yang berlangsung pada malam hari, dimulai pukul 08.00 wit hingga pukul 10.00 wit, bertempat di kantor Wali Kota, di depan Taman Land Mard, Kota Ternate. Dan khususnya jadwal di malam sabtu bertempat di Lapangam Salero,” kata Riza kepada Portal Desa, Jumat (24/12/2021).

Riza mengungkapkan, bahwa perguruan beladiri taekwondo Dragon Club ini berdiri sejak tahun 1999, hingga sampai sekarang tahun 2021, masih tetap berjalan.

“Alhamdulillah, semoga dragon club bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.

“Harapan saya, ya khusunya anak-anak secara keseluruhan yang ada di Kota Ternate, mendapatkan support dan dukungan dari orang tua, karena kita lihat sekarang ini, zaman makin hari makin berubah,” sambung Riza.

Jelasnya, lanjut dia, anak-anak sekarag berbeda dengan anak anak tahun 80-an, tentunya sangat jauh perbedan itu. Sekarang anak-anak bisa di katakan milenial, artinya ia pribadi melihat sekarang ini pergaulannya sangat sekali bebas, karena mereka sudah tahu menggunakan hp dan berbagai macam teknologi yang hampir mereka kuasai.

“Bagi saya tidak jadi persoalan, itu merupakan hak bagi mereka, namun saya secara pribadi hanya ingin para generasi mendatang menjadi lebih baik. Dan yang paling utama kepada orang tua harus memberi support serta dukungan dan dorongan, agar anak anak lebih fokus untuk mengikuti olahraga eksternal yang ada di sekolah maupun di luar sekolah,” tutupnya. (riski/pordes)