Percaya atau Tidak, ini Saran Orang Tua Dulu Soal Harimau Masuk ke Pemukiman Warga

Siak, PORDES – Saat ini warga di Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, dalam kondisi resah, hal itu sehubungan dengan ditemukannya jejak kaki Harimau di area perkebunan warga, pada Senin kemarin (23/1/2023).

Binatang buas tersebut juga di temukan oleh warga bernama Aisyah, pada saat itu ia sedang melewati jalan tepatnya di Hutan Kota (Arwinas) di Kelurahan Kampung Dalam, Siak. Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri di malam hari.

Menurut salah seorang warga, Sahrin (62), orang tua di Kampung Benayah Kecamatan Pusako, bahwa dirinya mendapat info saat ini harimau berkeliaran di Kota Siak, dan menampakan wujudnya kepada manusia. Menurutnya itu pertanda ada orang yang berniat atau ada orang yang berbuat maksiat dan atau lain-lain sebaginya.

“Karena itu Datuk harimau datang menampakan wujudnya kepada manusia, jarang ditemukan hal seperti itu apalagi masuk di wilayah kawasan hutan kota, ini baru kali ini saya dengar karena selama puluhan tahun kami asli kelahiran kabupaten Siak ini, baru kali inilah mendengar ada harimau masuk kota,” ungkapnya.

“Kalau menurut kata dari orang-orang tua kita dahulu, Harimau itu datang dan menampakan wujudnya kepada manusia karena ada orang yang berniat atau berbuat maksiat,” sambung Sahrin kepada Portal Desa, Rabu (25/1/2023).

Menurutnya juga, jika di pasang perangkap percuma, tidak bisa di tangkap serta umpan apapun yang di kasih tetap saja tidak bisa di tangkap.

“Karena ada niat itu tadi, apapun umpanya baik umpan kambing, ayam atau umpan lainnya tetap saja tidak bisa,” ujar Sahrin menceritakan.

Sahrin menambahkan, harimau itu tidak akan mengusik atau menganggu, hanya menampakan wujudnya saja, dia (Harimau) tidak tidak akan menganggu apalagi memangsa hewan ternak warga dan tidak mau karena bukan hewan atau binatang sembarangan melainkan dua faktor, pertama ada yang tidak membayar niat, dan yang kedua ada yang berbuat maksiat atau berbuat jahat.

“Carilah dukun untuk bisa mengusirnya (harimau) agar pergi, jika tidak mau dia pergi, berati harimau tersebut pertanda pendek umur,” jelas Sahrin.

Sahrin berharap, bila ada orang yang kemungkinan tidak membayar niat, segeralah untuk membayarnya agar negeri ini dijauhkan dari marabahaya, dan masyarakat tidak was-was, karena di hantui dengan ketakutan.

“Harapanya itu tadi, di cari dukun supaya bisa mengusir agar tidak menampakan wujudnya lagi kepada anak cucu kita,” harap Sahrin.

Laporan: Ricky Zulvia Putra