Pemerintah Diminta Prioritaskan Sapras Pendidikan untuk SPNF SKB Musi Banyuasin
Pemerintah Diminta Prioritaskan Sapras Pendidikan untuk SPNF SKB Musi Banyuasin. Portal Desa – Sumber Inspirasi Perubahan
Muba, PORDES – Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian,dan tujuan pendidikan yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan juga untuk mengembangkan manusia yang seutuhnya.
Program pemerintah sangatlah bagus dan merupakan salah satu apresiasi yang besar ketika anak didik putus sekolah tidak sampai tamat pada SMA/Sedrajat, ada wadah yang siap menampung secara legal setara SMP dan SMA/Sedrajat.
Untuk itu guna menambah dan menunjang dunia pendidikan supaya lebih nyaman dan khusuk dalam melakukan belajar mengajar yaitu memiliki gedung sekolah sendiri dan Fasilitas sarana dan prasarana.
Seperti yang terjadi di kabupaten Musi Banyuasin, pemerintah menyiapkan tempat pendidikan bagi warga yang tidak selesai sampai pada SMP dan SMA/sederajat, seperti sekolah Negeri SPNF SKB Musi Banyuasin, yang bergerak pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP) paket B, dan jenjang Sekolah menengah akhir (SMA) paket C, yang sudah puluhan tahun di keluhkan oleh warga dan anak didik belajar, karena tidak adanya gedung sekolah sendiri.
Seperti yang di jelaskan oleh Agustomi, warga belajar paket C setara SMA, dirinya mengucapkan terima kasih banyak kepada pemerintah, terutama pada pemerintah kabupaten Musi Banyuasin,dengan adanya sekolah SPNF SKB Musi Banyuasin ini, dengan begitu dirinya bisa untuk melanjutkan pendidikan setara SMP dan SMA/Sederajat.
“Akan tetapi sangat di sayangkan, saya belajar sudah 6 tahunan di SPNF SKB Musi Banyuasin, terkesan sama sekali tidak di perhatikan oleh pemerintah kabupaten Musi Banyuasin, terutama pada kenyamanan pada saat belajar,” ungkapnya.
Menurutnya, kenyamanan dalam belajar adalah hal yang utama yang menjadi prioritas apalagi terkait dengan adanya gedung sekolah sendiri.
“Saya asli putra daerah kabupaten Musi Banyuasin, dahulu pada tahun 2007 kalau tidak salah SPNF SKB Musi Banyuasin ini ada di bangunkan gedung milik sendiri oleh pemerintah pusat, melalui anggaran APBN, yang kini menjadi RSUD Sekayu,” katanya.
“Sangat di sayangkan gedung milik SPNF SKB Musi Banyuasin tersebut di duga di alihkan, di bongkar dan di rehab untuk RSUD Sekayu baru ini pada tahun 2007,” tambahnya.
Seharusnya, Pemkab Musi Banyuasin lebih memprioritaskan dunia pendidikan sesuai dengan slogan “Muba maju berjaya”, seharusnya ada penggantinya gedung milik SPNF SKB Musi Banyuasin, walaupun sudah di ambil alih oleh RSUD Sekayu.
“Saya sudah hampir 6 tahun belajar di SPNF SKB Musi Banyuasin, sudah dua kali berpindah tempat belajar yang pertama di Gudang BLK Disnakertrans dan sekarang di gedung rumah pintar Sekayu,” jelasnya.
“Dengan kondisi gedung rumah pintar sekayu sekarang dengan kondisi rusak parah plafon banyak pecah dan sudah sangat memprihatinkan, takut berdampak pada roboh nya bangunan tersebut pada saat belajar mengajar sedang berlangsung, dan bukan tidak mungkin membahayakan siswa yang belajar,” tutup Agustomi.
Laporan: Edo Saputra

