Para Siswa dan Alumni SMAN 3 Halbar Gelar aksi di Depan Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Ini Tuntutannya
Para Siswa dan Alumni SMAN 3 Halbar Gelar aksi di Depan Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Ini Tuntutannya
PORDES HALBAR – Ikatan Alumni dan siswa siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Halmahera Barat (Halbar) menggelar aksi di depan kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Halbar, untuk menyampaikan 5 tuntutan, pada Senin 31 Juli 2023.
Kelima tuntutan itu yakni, Pertama, meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara untuk mencopot Sandra Bata dari Kepala SMAN 3 Halbar. Kedua, Kembalikan Beasiswa PIP sepenuhnya. Ketiga, meminta sikap dan pernyataan Sandra Bata yang menyinggung siswa dan Guru SMAN 3 Halbar, Keempat, meminta kejelasan Sandra Bata soal kegiatan In House Treaning (IHT) tanpa keterlibatan Guru Guru. Lalu yang kelima, kembalikan Abdullah Sohy di SMAN 3 Halbar.
Salah satu siswi, Siti Fatima kepada sejumlah media menyatakan, bahwa persyaratan di sekolah jika siswa yang orang tua nya sudah meninggal maka SPP nya gratis, terus mereka mendapatkan beasiswa tetapi kepala sekolah memotong semua.

“SPP nya gratis tetapi beasiswanya di potong untuk SPP, itu kan tidak masuk di akal,” ujar Siti dengan nada Kesal.
Dikatakan Siti bahwa aksi yang mereka lakukan ini sudah sebanyak dua kali, aksi pertama yang mereka lakukan di sekolah itu di saksikan langsung oleh kepala Dinas.
“Kami kedapatan soal beasiswa, mereka tidak dibagi full, sebab beasiswa dari para siswa wajib mendapatkan sebanyak 1 juta lebih, namun yang di terima para siswa tidak sampai dengan jumlah tersebut,” ungkap Siti.
Siti menambahkan, bahwa mereka pengurus dari OSIS SMAN 3 Halbar berinisiatif mengumpulkan uang dan meminta saran kepada Kepala Sekolah untuk memperingati Hari Besar Islam yakni Maulid Nabi, tetapi kepala Sekolah menolak permintaan para siswa.
“Kepala sekolah bilang lebih intinya buat kantin, padahal kantin itukan dari sekolah bukan dari siswa, dan kami sudah mengumpulkan uang, dan uang kami di ambil untuk buat kantin, sedangkan kantin kan ada dana Bos dan lain lain, nah kenapa uang kami dibuat kantin..? Kami berharap besar untuk melakukan maulid Nabi,” terangnya.
“Terakhir kami ingin gantikan kepala sekolah dan kembalikan Bapak Abdullah Sohy sebagai kepala sekolah kami dan kemudian guru guru senior jangan di pindahkan, kami tidak ingin guru baru dan itu kami tidak setuju,” sambung Siti.
Senada disampaikan seorang alumni, yakni Teja, bahwa jika tuntutan mereka tidak dapat di indahkan maka mereka akan melakukan pemboikotan, hingga kepala sekolah yakni Sandra Bata diberhentikan.
“Kalau memang belum di berhentikan maka Torang akan boikot sekolah SMAN 3 dan semua siswa siswi akan pindah sekolah, dan ini juga tuntutan dari orang tua murid juga karena memang keresahan dari siswa siswi orang tua murid dan juga alumni,” tegasnya.
“Sebelumnya kami sudah melakukan pemboikotan sekolah namun saat Torang komunikasi dengan guru guru bahwa mereka membuka palang pemboikotan dimalam hari,” sambung Teja.
Sementara itu salah Satu Staf Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halbar, saat di konfirmasi Portal Desa mengatakan, menyangkut dengan hal itu kemarin pada hari Jumat pihaknya sudah datang ke sekolah mereka untuk menyampaikan hal itu, dan orang tua juga sudah menyampaikan itu secara tertulis.
“Kebutuhan pak kadis tidak ada, jadi pak kadis sampaikan kepada saya bahwa kemarin orang tua siswa sudah menyerahkan pernyataannya, salah satu poinnya menyangkut dengan PIP itu dan proses sementara jalan,” terangnya.
“Jadi menunggu proses, Cabang Dinas sifatnya sekedar mendengar dan kemudian menyampaikan keatas yang mengambil keputusan ada di Dinas Induk,” tandasnya. (Riski)

