Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ternate Laksanakan Kegiatan Halaqah Ma’hadiyah
Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ternate Laksanakan Kegiatan Halaqah Ma’hadiyah
Ternate, PORDES – Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ternate melaksanakan kegiatan pelepasan para santri dan santriwati tahun 2021, dengan mengambil tema: “Mewujudkan Mahasantri yang Memiliki Akhlakul Karimah, Berjiwa Qur’ani dan Berwawasan Moderasi”, yang berlangsung di Auditorium IAIN Ternate, Sabtu (30/7).
Tampak hadir dalam acara tersebut, Rektor IAIN Ternate Dr Radjiman Ismail, Warek III Bidang Akademik Dr Mubin Noho, Muhdir Ma’had Al-Jami’ah Iain Ternate Dr KH Harun Ginoni, Imam Besar Masjid Al- Munawar Kota Ternate, Ustadz Khoirur Ribhan, Ustadz dan Ustadzah beserta seluruh Keluarga Besar Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ternate, Ikatan Alumni Mahad dan para tamu undangan.
Rangkaian kegiatan isi dengan pidato tiga bahasa yaitu bahasa Tidore, sanana, dan bajo. Juga dimeriahkan dengan hadrah, tari indang, teater persembahan musyrif’ah, penyampaian pesan dan kesan sekaligus persembahan lagu dari santri Ma’had Al Jami’ah IAIN Ternate.
Pimpinan Ma’had Al-Jami’ah, IAIN Ternate Drs KH Harun Ginoni saat di wawancarai di Ruang Auditorium mengatakan, ia mendapatkan kepercayaan dari Rektor IAIN Ternate untuk memimpin Ma’had Al-Jami’ah.
”Ma’had ini adalah setingkat pesantren perguruan tinggi yang sementara berjalan, kemudian kegiatan yang sementara berjalan atau sudah di laksanakan ini adalah kegiatan akhir tahun, setelah mahasiswa itu berada di asrama kurang lebih dua semester atau satu tahun,” ujarnya.
KH Harun juga mengatakan, kegiatan diakhiri dengan melaksanakan Halaqah Mahadiyah yang dulunya di sebut dengan Muhadra Kubrah.
“Dulu Muhadra Kubrah itu kita bisa menggunakan kursi untuk duduk di atas kursi, tetapi sekarang kita mengganti nama dengan Halaqah Mahadiyah, kita semua melantai, namun kegiatan sama seperti Muhadra Kubrah juga,” jelasnya.
Dia menjelaskan, di dalam acara ini itu di awali dengan berbagai kegiatan perlombaan.
“Di dalam mata lomba tersebut salah satunya menghafal ayat ayat suci Al Qur’an di mulai dari satu juz, dua juz dan seterusnya, menghafal hadits hadits Nabi, terus di tambah dengan lomba kreatifitas yang lainnya seperti pidato bahasa arab, bahasa inggris, dan bahasa indonesia, dan kreativitas bagi laki laki berupa Khotbah Jum’at,” kata dia.
Selain itu, lanjutnya, mereka juga di berikan hadiah hadiah berupa penghargaan dan lainnya kepada mereka yang meraih juara satu sampai juara tiga di dalam beberapa perlombaan itu, dan itu juga sebagai motivasi kepada yang lain lain juga, karena kegiatan ini tetap berjalan setiap tahun,” tandasnya.
Pimpinan Ma’had itu juga mengungkapkan, untuk beberapa perlombaan ini di lakukan saat memasuki Halaqah Mahadiyah setelah selesai semester di perguruan tingginya, kemudian di laksanakan perlombaan.
“Kegiatan malam ini tentu adalah sekaligus pelepasan para santri- santriwati setelah ini nanti dua minggu mahasiswa mahad yang lama akan meninggalkan asrama, dan kemudian akan menerima mahasiswa baru yang akan masuk dan tinggal di asrama, jadi karena ketentuannya itu hanya satu tahun penuh untuk mereka masuk di asrama dengan bimbingan dari para dosen yang ada di dalam asrama,” terangnya.
Masih kata KH Harun, terkait para santri dan santriwati pada malam hari ini adalah pelepasan mereka dan tentunya mereka yang masih terikat dengan perkuliahan mereka, karena masuk di asrama itu hanya mulai dari semester satu sampai semester dua saja dan ketika keluar dari mahad mereka tetap menjalankan perkuliahan sampai di semester terakhir, tambahnya.
“Harapan kami adalah dengan adanya pembinaan pembinaan yang di lakukan itu agar supaya sebentar nanti mereka memiliki pengalaman pengalaman kedewasaan mereka di dalam bermasyarakat nanti itu yang sangat kami harapkan,” tandas KH Harun.
Sementara itu, salah satu santriwati yang juga meraih juara satu dalam mata lomba pidato Bahasa Inggris Rahliani Mungira, saat di temui awak media di sela-sela kegiatan dirinya kaget usai mendapatkan Juara satu.
“Awalnya Istikiur, terus di umumkan bahwa saya mendapat juara, saya kaget tidak nyangka mendapatkan juara, karena saya tahu persaingan itu banyak dan speake dan skill mereka di dalam bahasa inggris lebih mahir,” kata perempuan prodi sejarah Fakultas Fuad itu.
Rahliani juga mengatakan, kegiatan ini sungguh luar biasa, banyak makna yang mereka dapatkan dari sini, dan baginya ia merasa kehilangan keluarga besar mahad yang sudah kurang lebih setahun bersamanya.
“Saya menangis sangat merasakan kesedihan itu saat berpisah dengan keluarga di mahad ini, saya juga tidak tahu kenapa saya menangis, ya karena mungkin juga banyak kenangan yang dapati di sini, dan bagi saya karena sungguh luar biasa kegiatan malam hari ini karena banyak makna yang kami dapat di sini, apalagi kegiatan ini adalah malam perpisahan,” tuturnya kepada Portal Desa.
“Saya berharap, apa yang saya sampaikan entah itu sebagai bahasa asing namun apa yang saya sampaikan itu dapat di pahami, kemudian di jadikan motivasi untuk teman teman yang lain,” harapnya. (riski)

