Ketua DPD GMNI Malut: Kematian Pluralisme Melahirkan Politik Identitas

Ternate, PORDES – Ketua Dewan Pimpinan Daerah, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Maluku Utara (DPD GMNI) Maluku utara, Nimrod Kasa May, menegaskan posisi timsel dan calon penyelenggara pemilu harus dengan mengedepankan azas pluralisme.

Demikian ditegaskan Ketua DPD GMNI, Nimrod Lasa May, dalam menyikapi posisi Ketua dan Anggota Timsel Bawaslu Maluku Utara, Sabtu (30/7/2022),

“Dimana keberadaan keberagaman, bila pluralisme agama, suku, perempuan dan perbedaan lainnya dikubur? Dalam situasi apapun, pluralisme wajib hukumnya menjadi prioritas utama,” ucap Nimrod

“Sadar atau tidak harusnya sadar, bahwa wibawa Indonesia menjadi bangsa yang besar, tercermin dalam pluralisme. Itu tergambar dalam kebhinekaan, karena integritas memiliki peran penting dalam politik yang ber azaskan demokrasi dan tegaknya pluralisme terukur,” lanjutnya

Sambung Nimrod, Indonesia yang kaya dengan keberagaman kebudayaannya, harus menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinekaan. Bangsa ini tidak akan luput dari stigma mayoritas-minoritas, bila pluralisme agama masih melekat dalam panggang kompromi politis.

Nimrod juga menjelaskan, bila Pancasila mendasari segala aspek kehidupan, yang terbingkai dalam kebhinekaan yang mengikat persatuan, maka pluralisme harus berada pada posisi tertinggi, dalam situasi apapun harus ditegakan.

Maluku Utara, terlepas dari jazirah kepulauan, Maluku Utara pun kaya dengan keberagaman yang harus ditampakkan, bahwa pluralisme bukanlah dalil semata, namun semata wayang sebagai dasar penyatuan.

“Nyilu, milu-milu khalayak ramai gagal panen, berharap penyelenggara tetaplah sehat. Agar kelak, pemilu tak memilukan hati dan jiwa, arogansi dan kegengsian harus dilawan agar kesewenang-wenangan jauh dari pandangan publik,” tuturnya

Nimrod memaparkan kredibilitas, integritas dan independensi melahirkan keputusan yang bijak tanpa pandang bulu. Tetaplah tegas dan tegak, tegakan keadilan, mewujudkan impian yang memiliki prinsip dan dasar pijak, bahwa konsistensi tidak bisa ditukar dengan dalil apapun.

Seperti tertulis di surat terbuka yang ditujukan kepada Ketua dan anggota Timsel Bawaslu Maluku Utara tahun 2022 sebagai berikut:

-Mendukung keputusan Timsel yang mengedepankan nasionalisme kebangsaan, merawat pluralitas keberagaman, dan keterwakilan perempuan di Maluku Utara.

-Mendorong Timsel yang jujur Arif dan bijaksana, dalam pengambilan keputusan, tanpa ada tekanan dari pihak manapun.

-Kami akan terus mengawal Timsel untuk tidak berkompromi dengan Partai politik atau diintimidasi dari pihak manapun.

-Kami menantikan kehadiran penyelenggara pemilu profesional dan berintegritas, untuk merawat wajah kebinekaan Indonesia di Maluku Utara.

“Komposisi penyelenggara yang tidak memilukan jiwa, mesti memenuhi azas pluralisme, untuk membangun kesadaran kolektif dalam skema berkesinambungan yang merawat keutuhan keberagaman tanpa oposisi yang menghasut rakyat dan memperuncing perbedaan. Apalagi memperkeruh situasi dalam tatanan sosial, dengan sikap arogan yang tidak demokratis,” pungkasnya. (Riski)