Kerajinan Rajut, Peluang Usaha yang Unik dan Bernilai Seni Tinggi Kini Mulai Redup

Tuban, PORDES – Potensi usaha kerajinan tangan rajut memang cukup mendapat tempat di masyarakat, khususnya yang hobi koleksi hasil kerajinan yang unik dan mempunyai nilai seni yang tinggi.

Pengrajin usaha rumahan yang sekarang mulai meredup ini di akibatkan banyak faktor.

Faktor meredupnya usaha ini disamping kurangnya modal usaha juga minimnya masyarakat yang mampu menggeluti bisnis ini, karena untuk menghasilkan karya yang baik dibutuhkan kemampuan dan ketekunan yang tidak mudah.

Seperti yang dirasakan Puji Asih Sulistio, pengrajin kecil asal Desa Sidomukti Kecamatan Kenduruan Kabupaten Tuban Jawa Timur.

Pengrajin yang mulai menekuni usaha sejak tahun 2014 ini, mampu menghasilkan ratusan karya sepatu dan tas wanita yang sudah melayani pesanan hingga Bandung dan Jakarta.

Sejak tahun 2020, usahanya mulai meredup dan menurunnya hasil produksi disebabkan banyak faktor diantaranya minimnya pesanan.

Sebelum tahun 2020 pengrajin yang memiliki kemampuannya secara otodidak dan mewarisi seni merajut dari ibunya ini, mampu melayani ratusan permintaan dari berbagai kota, namun saat ini hanya mampu produksi belasan saja.

“Untuk menghasilkan karya yang baik dibutuhkan modal dan bahan baku yang tidak sedikit,” kata Puji Asih kepada Portal Desa, kemarin Kamis (25/8/2022).

Puji Asih yang juga owner Risma Rajut menambahkan, bahwa untuk melayani permintaan pasar di butuhkan mitra, namun kendalanya tidak banyak yang mau menekuni usaha ini.

“Tidak banyak yang mampu bertahan karena usaha ini dibutuhkan kemampuan khusus ketekunan dan kesabaran,” tambahnya.

Camat Kenduruan, Rochmad Basuki berjanji akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan perhatian Bupati atau dinas terkait.

“Kami akan upayakan mendapatkan atensi dari Pemkab untuk mencari solusinya,” katanya.

Untuk diketahui, usaha rajut tidak banyak yang bertahan di tengah persaingan usaha yang kompetitif. (Ali Maskur)