Labuan Bajo, PORDES – Pekerjaan ruas jalan Wae Buang-Kakor-Lumut, yang bersumber dari APBD II tahun anggaran 2022, dengan pagu anggaran senilai Rp 1.414.500.000, dan dikerjakan oleh CV Wela Munting mendapat sorotan dari masyarakat.

Pasalnya, pekerjaan yang masih seumur jagung itu sudah mengalami kerusakan parah pada beberapa item pekerjaan. Hal itu disampaikan masyarakat pengguna jalan, Bonavantura, saat dihubungi Portal Desa via gawai, Minggu (5/3/2023).

“Banyak yang rusak kae, hampir semua salurannya sudah ambruk, hingga menyebapkan air masuk ke permukaan jalan,” katanya.

Lebih lanjut Bonavantura mengatakan, beberapa hari yang lalu masyarakat secara swadaya membersihkan permukaan jalan, karena sempat akses jalan tersebut terhambat yang disebabkan tanah lonsor.

“Kami secara swadaya membersihkan tanah lonsor yang menutupi permukaan jalan,” ujarnya.

Selain itu, salah satu masyarakat setempat yang enggan namanya disebutkan mengungkapkan, kualitas pekerjaan tersebut sangat diragukan lantaran material yang digunakan tidak berkualitas ditambah dengan sistem pekerjaan yang dinilai asal jadi.

“Secara kasat mata, kami melihat kualitas pasir waktu pengerjaan bercampuran tanah. Belum lagi komposisi campuran yang mungkin perbandingannya 1 sak semen 15 sak pasir. Tidak salah kalau hasilnya seperti ini, belum apa-apa sudah hancur,” keluhnya.

Diapun berharap agar pemerintah atau pihak berwewenang segera memeriksa kondisi pekerjaan tersebut.

“Saya minta Bupati atau polisi turun, cek langsung kondisi pekerjaan ini. Jangan sampai kami diberi pekerjaan jalan yang hanya bisa dipakai sesaat saja,” tegasnya.

Sementara, pihak pelaksana lapangan, Florianus Aman, saat dihubungi Portal Desa mengungkapkan, bahwa ia tidak mengetahui tentang komitmen pekerjaan tersebut dengan pemerintah, karena semua proses dokumennya dilakukan oleh direktur CV Wela Munting Ferdinandus.

“Saya hanya pekerja, yang urus semua dokumen itu Direktur CV Wela Munting, saya hanya terima bersih kerja di lapangan saja,” terangnya.

“Kebetulan banyak yang kenal saya, kadang ketika mereka ada dapat pekerjaan mereka kasih ke saya untuk eksekusi di lapangan,” sambung Flori.

Ketika disinggung sumber material yang digunakan, Flori mengaku material di sekitar lokasi pekerjaan.

“Pake material lau lupi hitu ta ase, toe ma tadang agu lokasi pekerjaan. (mengunakan material sekitar lokasi pekerjaan,tidak jauh dari lokasi kerja),” tandasnya,

Hingga berita ini diterbitkan, Direktur CV Wela Munting belum berhasil dihubungi Portal Desa, dan masih berusaha untuk konfirmasi.

Follow Berita Portal Desa di Google News

Laporan: Oktafianus Dalang