Janda Tua Asal Sumenep Semangat Jual Kopi Bubuk Yang di Produksi Dengan Alat Tradisional

PORDES SUMENEP – Dari 1992 hingga tahun 2023 seorang janda tua bernama Haniyah asal Dusun Benteng, Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih setia memproduksi kopi bubuk dengan alat tradisional.

Sehari-harinya Haniah selain memproduksi kopi bubuk, ia menjual petis dan terasi khas Madura, demi untuk mencukupi kebutuhannya sehari hari.Jum’at, (28/7/2023).

Saat di datangi di kediamannya, ternyata ia tinggal bersama cucu perempuannya yang berusia 15 Tahun yang sehari hari membantu pekerjaannya.

25 tahun silam Suami Haniah sudah meninggal sehingga demi untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari Haniyah menjual kopi bubuk yang dibuat sendiri secara tradisional.

Bubuk kopi hitam yang diproduksi oleh dirinya ternyata banyak diminati para pelanggan. Menurut Haniah dirinya biasa memproduksi 1 sampai 2 kg biji kopi per minggu dengan omzet kisaran Rp. 25.000 sampai Rp. 50.000,-. Sayangnya ia tidak memiliki mesin penggiling kopi sendiri, sehingga ia harus menggiling kopi ke tempat penggilingan.

Kemasannyapun masih berupa plastik bening polos, kemasan 1 ons dan ¼ kg. Pemasarannya juga belum luas, kopinya hanya biasa dinikmati tetangga dekat rumahya juga orang-orang yang memang datang jauh untuk membeli kopinya.

Menurutnya mulai merintis membuat kopi bubuk secara tradisional sudah puluhan tahun, bahkan ia tidak tahu pasti sejak kapan ia memulai usaha.

Awalnya dia tak pernah berniat untuk berdagang, kendalanya karena dia tak memiliki modal dan tempat/kios untuk berjualan.

Beruntungnya lokasi rumah Haniyah dekat dengan pasar miskipun kedalam sedikit, namun masih tergolong strategis untuk berjualan, demi mencukupi kebutuhan sehari-harinya.

Haniah mengungkapkan, ia hanya berniat membantu pedagang-pedagang keliling yang menitipkan barang dagangan dirumahnya untuk diambil kembali esok harinya.

Tapi, seiring berjalannya waktu, tetangga tetangganya berdatangan ke rumahnya untuk membeli barang titipan tersebut.

Dari situlah kemudian ia muncul ide untuk terlibat mengambil keuntungan dari jual beli tesebut dia mendapat keuntungan sebesar Rp.500 – Rp.1000,- dari setiap barang yang dititipkan kepadanya.

” Saya sudah menjalin kerjasama dengan beberapa pedagang keliling yang bersedia menjadi pemasok barang dagangan, walaupun untung sedikit tetapi tetap saya syukuri,” ungkap Haniah.

Selain itu Ia tetap jualan kopi bubuk tradisionalnya karena kopi bubuk buatanya diminati pelanggan khusus dan para tetangga. (Abi)