Gua Maria Bukit Petro Bakal Dijadikan Tujuan Wisata Holistik, Ini Giat Mudika St Martinus Bari

Labuan Bajo, PORDES – Berdasarkan hasil Sidang Sinode III Keuskupan Ruteng Tahun 2022, dengan tema “Tahun Pastoral Pariwisata Holistik”, dimana pariwisata holistik meliputi berbagai aspek yang mendukung kesejahteraan manusia yang utuh dan terintegritas.

Hal tersebut, Dewan Pastoral Paroki (DPP) St Martinus Bari bersepakat untuk melakukan kegiatan penataan ulang Gua Maria Bukit Petro yang terletak kurang lebih 500 meter dari Gereja St Martinus Bari bagian Barat, sebagai tempat wisata rohani yang nyaman dan terintegritas.

Dengan demikian, melalui sektor pariwisata, bisa mendorong peningkatan ekonomi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan jasmani bagi umat Gereja, sekaligus menuntunnya untuk berjumpa dengan Allah pemberi kebahagian sejati dalam memenuhi kebutuhan Rohani.

Dalam semangat Gereja mandiri, DPP beserta umat Gereja St Martinus Bari bergotong royong dalam mewujudkan pembangunan tersebut. Hal itu tidak terlepas dengan semangat Mudika katolik bersama Forum Pemuda Macang Pacar Peduli Perubahan (FPMP3) dalam upaya penggalangan dana, karena mengalami keterbatasan anggaran untuk mewujutkan gagasan tersebut.

Hal itu dijelaskan Sekertaris FPMP3, Eras Tengajo, saat dihubungi Portal Desa (20/5/2022). Dia katakan, dirinya bersama mudika Gereja St Martinus Bari bergandengan tangan untuk membantu mencari para donatur yang membuka hati, menyalurkan uluran tangan kasih dalam proses pembangunan Gua Maria Bukit Petro Paroki Santu Martinus Bari.

“Kami semua turut ambil bagian dan mendukung dalam bentuk proposal ke para donatur yang ingin membantu dalam proses pembangunan Gua Maria Bukit Petro,” ujar Eras.

Senada, Jalis Batah menyampaikan, sebagai agen perubahan Mudika harus proaktif dalam mendukung dan mewujudkan pariwisata holistik tersebut, sesuai hasil siode ke III ke Uskupan Ruteng pada tahun 2022.

“Sebagai milenial, kami mendukung penuh pembangunan Gua Maria ini sebagai tempat wisata rohani dan tempat berziarah bagi umat Paroki St Martinus Bari maupun umat paroki lainnya,” ungkap Jelus.

Sementara, Ketua Panitia Pembangunan Gua Maria Bukit Petro, Fransiskus Tote, menyambut baik atas kepedulian dan semangat dari tokoh mudika, yang turut membantu panitia untuk mencari uluran tangan kasih dari para donatur dalam mendukung pembangunan tersebut.

“Saya bangga dengan semagat para tokoh mudika yang telah membantu kami dalam pembagunan ini, kita berharap Gua ini nanti akan memberi dampak positif bagi masyarakat atau umat,” imbuhnya.

Lanjut Tote, berdasarkan hasil kesepakatan seluruh umat Paroki St Martinus Bari dalam rapat bersama DPP bahwa hitungan rencana anggaran biaya pembangunan Gua Maria Bukit Petro sekitar Rp300 juta.

Oleh sebab itu, segenap Panitia beserta tokoh mudika Gereja Katolik St Martinus Bari. Dirinya mengajak seluruh yang memiliki hati baik, agar bersama membatu dan mendukung pembagunan tersebut.

Di informasikan kepada seluruh Donatur agar bisa mengirim donasi melalui rekening Panitia dibawah Ini :

  1. Romo Paroki Santu Martinus Bari (Nama: Benediktus Hengki, Pr, No. Rekening Bank NTT / 2504605271)
  2. Bendahara (Nama: Elistrius Jali Bonis Bentah, No. Rekening Bank NTT / 2504605356)

Untk Nomor kontak yang bisa dihubungi:

  1. OMK (082189489096 -Jalis)
  2. FPMP3 (081246446271 – Eras)

Laporan: Oktafianus Dalang