Econ Lelaki Tangguh nan Sejati, Bukan Lelaki Pecundang

Penulis: Aldi Jemadut

Econ adalah sapaan akrab pria tangguh nan sejati. Bukan seorang pecundang!.
Hampir sebagian orang merasa tertawa dengan perjuangan sang lelaki sejati itu, yang lagi viral di berbagai sosial media.Mungkin semua orang juga merasa lucu apa yang dilakukannya.

Namun tanpa disadari kita tidak pernah membayangkan mungkin besok atau lusa hal serupa akan terjadi pada diri kita seperti yang dialami oleh seorang Econ.

Kita belum tentu mampu melakukan hal yang dilakukan Lelaki tangguh nan sejati itu. Pribadi penulis memberi nilai A plus (100) kepada diri Econ, karena dia telah membuktikan dan memperjuangkan cinta nya kepada sang kekasihnya yang walaupun kekasihnya enu Acin itu tidak menghiraukan perasaannya.

Dermaga Labuan Bajo menjadi saksi bisu beserta penumpang lain yang menjadi saksi mata apa yang telah dilakukan oleh seorang Econ sang lelaki sejati nan tangguh dalam memperjuangkan cintanya.

Penulis salut pada diri seorang Econ yang berpenampilan sederhana tapi luar biasa dalam memperjuangkan cintanya. Keeksistensian Econ dalam memperjuangkan cintanya belum tentu dimiliki oleh orang lain, belum tentu Econ yang lain juga mampu melakukan seperti itu.

Mungkin Econ yang lain mampu melakukan seperti itu tapi bukan didepan publik sebagaimana yang telah dilakukan oleh Econ sang lelaki sejati nan tangguh itu. Econ, engkau patut dinilai sebagai lelaki tangguh, lelaki sejati, lelaki pemberani, bukan lelaki pecundang, bukan lelaki “bangsat”, bukan lelaki egois, bukan pula lelaki yang mencintai seseorang perempuan untuk melampiaskan nafsu semata.

Apakah Econ lain seperti Econ sang lelaki sejati nan tangguh itu?

Saya rasa tidak! Econ yang lain mungkin tidak sepertinya. Apa yang telah dilakukan oleh seorang Econ lelaki tangguh nan sejati itu, itu menjadi materi baru kita dalam mencintai seseorang perempuan.

Sebab, ungkapan kata i love you dari seorang lelaki bukan menjadi tolok ukur dalam prihal mencintai. Bisa jadi itu merupakan sebagai penyedap awal dalam melampiaskan nafsu birahinya semata.

Econ telah memberikan nilai yang terbaik dalam prihal mencintai, yang walaupun bagi sebagian orang merasa lucu dan tertawa, seperti apa yang dilakukan oleh seorang Econ sang lelaki tangguh nan sejati itu. Econ patut diberi mandat lelaki tangguh, lelaki sejati, lelaki pemberani bukan lelaki pemadat, bukan pula lelaki pecundang.

Dan teruntuk seorang enu Acin dan enu Acin yang lain. Jangan pernah menjadi seorang pelakor. Apakah kalian tidak pernah merasa ada pada diri seorang laki laki? Ingat! Lelaki memperjuangkan dan bahkan merelakan diri menelajangkan martabat dirinya didepan banyak orang, itu bukan semata-mata sebagai trik perhatian publik melainkan itu merupakan diri kalian merasa ada dalam dirinya.

Apabila diri anda tidak eksis dalam diri seorang lelaki, otomatis lelaki tidak peduli dan membiarkan engkau pergi. Apakah kalian tidak menyesal jika besok lusa lelaki kalian tidak jauh lebih baik dari seorang Econ sang lelaki sejati nan tangguh itu?

Semestinya kita sadar! Perjuangan seorang laki laki adalah ibarat seorang pahlawan,yang mati-matian menghadapi musuh egonya, yang mati-matian menghadapi musuh munafiknya. Tapi ingat! Jangan pernah menerima Econ yang lain, yang sebagai pecundang, yang tidak mampu mencintai kekasihnya, dan yang mampu hanya melampiaskan nafsu birahinya semata dan menyayangi kekasihnya untuk sebagai tempat pelempiasan. Bukan itu yang penting dalam perihal mencintai. Melainkan seperti apa yang diperjuangkan oleh seorang Econ sang lelaki sejati nan tangguh itu.

Bukan berarti saya membela laki laki seperti Econ, akan tetapi saya salut laki laki seperti Econ sang lelaki sejati nan tangguh itu. Dia menelanjangkan martabat dirinya didepan publik hanya untuk memperjuangkan cintanya.
Econ engkau patut diberi mandat lelaki sejati, lelaki pemberani, lelaki tangguh bukan lelaki pecundang. *