Diduga Tak Sesuai Spek, Proyek Semenisasi Pokir Dewan Provinsi di Kampung Tualang Diperkirakan Tak Berumur Panjang
Diduga Tak Sesuai Spek, Proyek Semenisasi Pokir Dewan Provinsi di Kampung Tualang Diperkirakan Tak Berumur Panjang
PORDES RIAU,- Proyek Semenisasi di Kampung Tualang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak dinilai asal jadi dan penuh kejanggalan serta diduga tidak sesuai spekteknis.
Proyek yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 191.064.000 ,- (seratus sembilan puluh satu juta enam puluh empat ribu rupiah) sepanjang 75 meter itu bersumber dari salah satu Pokok pikiran (Pokir) Anggota Dewan Provinsi Riau inisial PM, yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV Rajka Tirta utama.
Dari pantauan Portal Desa, pada pengerjaan proyek tersebut di papan informasi juga tidak tertulis ukuran volume kegiatan sehingga tidak bisa dihitung oleh siapapun. Selain itu proyek itu juga di kerjakan sampai pada malam hari tanpa penerangan cahaya yang cukup hingga sampai pukul 18.37 wib, tampak mobil molen masih terlihat beraktivitas.
Semenisasi jalan tersebut diperkirakan tak akan berumur panjang, pasalnya peletakan besi hanya di letakkan di atas tanah tanpa adanya pengerasan terlebih dahulu.
Ketua RT 4, Amir, saat di konfirmasi mengatakan ia tidak mengetahui soal teknis pekerjaan di lapangan, karena tidak izin atau laporan kepada dirinya selaku Ketua RT setempat, bahwa jalan tersebut akan di semenisasi.
Amir juga mengatakan, bahwa lokasi pengerjaan semenisasi tersebut merupakan perbatasan dengan wilayah RT 05, Kasturi.
“Lokasi kita (RT 4) yang terdekat dengan lokasi proyek, tak ada koordinasi maupun informasi dari pihak manapun, dari dewan maupun kontraktornya,” kata Amir, Jumat 7 Juni 2024.
“Saya tidak tau, tiba tiba aja sudah mau di semenisasi, intinya tidak ada koordinasi dari pihak manapun, tapi kalau berpedoman ke papan mal, ketebalan semenisasi itu 20 Cm,” tambahnya.
Sementara warga lainnya yang enggan disebutkan namanya mengatakan, bahwa masyarakat hanya berharap jika ada proyek seperti itu dikerjakan sungguh-sungguh sesuai bestek.
“Semenisasi 1 atau 2 hari itu perlu di pertanyakan, jangan mentang-mentang untuk mencari keuntungan besar, mutu dan kualitas pembangunan di kesamping kan,” pungkasnya. (Ricky zp)

