Diduga Dampak Proyek BBWS Ciliwung Cisadane, Belasan Hektar Lahan Pertanian di Sepatan Timur Mengalami Kekeringan

PORDES TANGERANG – Puluhan petani di Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang mengeluhkan lahan pertanian mereka mengalami kekeringan diduga akibat dari dampak proyek pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi barat laut D.I. Cisadane (IPDMIP) milik BBWS Ciliwung Cisadane di wilayah tersebut.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Sepatan Timur Muhamad Obo membenarkan keluhan para petani tersebut pihaknya pun menyesalkan tidak adanya sosialisasi saat pembangunan proyek di mulai sehingga dampaknya belasan hektar lahan pertanian mengami kekeringan.

“Tidak adanya komunikasi dan tidak adanya sosialisasi baik kepada saya sebagai ketua kelompok maupun kepada petani, kalau ada sosialisasi kan petani bisa menunda penanaman jadi tidak merasa dirugikan,” kata Muhamad Obo saat di temui di lahan pertaniannya di kampung Malang Sepatan Timur, Rabu 26 Juli 2023.

Lebih lanjut Obo mengungkapkan ada sekitar 19 hektare lahan pertanian yang sedang menebar benih padi di wilayahnya yang terdampak meski begitu para petani tersebut berupaya menyelamatkan tanaman padi nya itu dengan melakukan pengeboran secara mandiri.

“Ada sekitar hampir 19 hektar dan 19 hektar itu sudah membuat pembibitan mereka bingung ketika mau nanam air nya kering jadi terpaksa dengan sukarela mereka mengebor air masing-masing dengan uang sendiri dari pada mengalami gagal tanam,” jelasnya.

Ditambahkan salah satu petani milenial kampung malang desa gempol sari, Syaripudin (30) mengaku seluas satu hektare lahan pertanian miliknya yang sedang menyebar benih padi mengalami kekeringan dan hampir mati.

“Kalau memang tidak ada air dari awal kita tidak berani untuk menebar bibit tapi ini kan sudah di tebar baru kekeringan kalau nanti sebaran padi nya itu tidak tumbuh atau bibitnya ketuaan dan hasilnya jelek maka kami juga petani yang di rugikan ” tutupnya singkat. (MH)