Diduga Ada Praktek Culas di Disporabudpar, Aktivis Senior Bakal Koalisi Dengan Penegak Hukum
Diduga Ada Praktek Culas di Disporabudpar, Aktivis Senior Bakal Koalisi Dengan Penegak Hukum
PORDES TANGERANG – Aktivis senior Kabupaten Tangerang Ahmad Suhud turut menanggapi pemberitaan yang berkembang soal atlet tak dapat anggaran selama latihan di pusat latihan atau training camp.
Suhud mendesak Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Tangerang untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait anggaran pembinaan untuk para atlet.
“Harus pula ditelaah kembali jangan sampai anggaran yang telah digelontorkan untuk pembinaan atlet disalah gunakan, hal ini tidak boleh terjadi,” kata Ahmad Suhud kepada Portal Desa, Kamis 4 Juni 2026.
Suhud menduga adanya praktek culas ditubuh Disporabudpar Kabupaten Tangerang untuk itu ia memastikan pihaknya akan menemui seluruh atlet yang akan berlaga di Popda Banten 2026.
“Kami akan temui mereka jangan-jangan bukan uang transport dan makan saja yang mereka tidak terima uang pembinaan pun bisa jadi mereka tidak menerima,” katanya.
Suud menambahkan meski ketua Bapopsi Kabupaten Tangerang pernah menyebut kepada wartawan bahwa ratusan atlet dan pelatih mendapatkan anggaran pembinaan selama 10 bulan berturut-turut sebesar 1 juta rupiah.
“Tetapi kami tetap akan melakukan kroscek ke lapangan apakah atlet Popda ini menerima atau tidak uang pembinaan kalau memang tidak maka kami akan berkoalisi dengan penegak hukum,” tandasnya.
Diketahui salah satu atlet di Kabupaten Tangerang yang akan berlaga di Popda Banten 2026 saat melakukan latihan di pusat latihan atau training camp tidak mendapatkan uang transport dan makan.
Hal tersebut dinilai tidak etis jika atlet dalam berlatih tidak dibayayi oleh Disporabudpar malah mengeluarkan kocek sendiri padahal mereka akan berjuang untuk membawa nama baik Kabupaten Tangerang. (Han/gabel).

