Curahan Hati Seorang Mahasiswi IAIN Ternate Saat KKN di Desa Saria, Belafista Habary : Saya Belum Sanggup Untuk Berpisah
Curahan Hati Seorang Mahasiswi IAIN Ternate Saat KKN di Desa Saria, Belafista Habary : Saya Belum Sanggup Untuk Berpisah
PORDES TERNATE – Belafista Habary adalah seorang mahasiswi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Prodi Perbankan syariah. Bela sapaan akrabnya lahir di Desa Tacim pada tanggal 13 Desember 2003, mengaku bahwa dirinya sampai saat ini belum menerima dengan perpisahan dengan para pemuda dan masyarakat Desa Saria, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, saat dirinya melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Saria.
Tepatnya pada tanggal 21 Agustus tahun 2023 Bela bersama 14 rekan mahasiswa mahasiswi tiba di Desa Saria dan melakukan Kuliah Kerja Nyata ( KKN) Kolaborasi Nusantara Moderasi Beragama (KN-MB) hingga pada tanggal 1 Oktober mereka ditarik kembali oleh pihak kampus.
Diketahui belasan mahasiswa mahasiswi itu melakukan KKN di Desa Saria terdiri dari 4 perempuan dan 11 laki-laki dan terdapat dua mahasiswi dari luar Ternate, dari kedua mahasiswi itu berasal dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado, dan UIN Sunan Ampel Surabaya.
Selama 40 hari jangka waktu yang di berikan oleh pihak Kampus kepada para mahasiswa mahasiswi KKN , bagi mereka tidak cukup waktu melakukan Program Kerja dan selain itu juga berbaur dengan masyarakat khusunya pemuda Desa Saria , namun waktu yang di berikan selama 40 hari itu mereka mampu menciptakan satu produk yaitu Nyao Abon Saria.
Disisi lain mereka mampu menciptakan persauaran, kekeluargaan, dan berbaur kepada masyarakat setempat, karena potensi Desa Saria sebagai Desa nelayan maka Ide dan gagasan mereka tuangkan di tengah masyarakat untuk melakukan Produk Abon Ikan yakni Nyao Abon Saria dan Alhamdulillah sudah di launching oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Halmahera Barat, yakni Meri Uang Popala.
Dengan perpisahan itu, sedih mendalam pun menyelimuti dirasakan pemuda pemudi, masyarakat , bahkan mahasiswa mahasiswi KKN.
Tangisan pecah saat masyarakat melambaikan tangan seakan tidak mau hal ini terjadi namun mereka dituntut untuk kembali melanjutkan studinya di kampus, namun mereka berpegang teguh meyakinkan dengan niat bahwa mereka tetap masih berjumpa lagi.
Belafista Habari mengakui bahwa dari pertemuan ini menjadi motifasi bagi dirinya selaku umat yang berada di muka bumi, karena dengan pertemuan maka akan ada perpisahan dan disitulah kita akan memahami arti sebuah kehidupan akan ada kematian, kembali kepada Yang Maha Kuasa dan setiap yang kita miliki adalah milik Allah SWT.
Bela sadar, sudah menjadi ketentuan dari sang pencipta alam dan seisinya (Allah SWT). Sebagaimana di dalam firmanNya: “Wahai manusia! Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal” (QS. Al-Hujurat: 13).
Kepada Portal Desa Bela mengaku, bahwa saat ia melakukan KKN di Desa Saria Sangat luar biasa, serasa sangat nyaman sampai rasanya Desa saria itu Desa kelahirannya.
“Saya pas pergi ke Desa Tacim rasanya asing seperti pendatang, tetapi tidak diDesa Saria, serasa tempat kelahiranku,” kata Bela.
Bela menyatakan, bahwa saat melakukan KKN di Desa Saria banyak sekali pelajaran yang dapat dari masyarakat, Desa Saria masyarakatnya sangat ramah, semuanya berhati berlian dari Desa Saria dirinya merasa punya banyak Mama dan Papa.
Gadis yang memiliki raut Wajah cantik menawan itu menuturkan, bahwa di Desa Saria dirinya merasa mempunyai keluarga besar mama (Ibu) dan papa (ayah) piara, rasanya seperti orang tua sungguh, (Kandung) dirinya ingin mengulang kembali masa KKN.
“Dari awal kami datang sudah di sambut hangat , semuanya wellcom kepada kami mulai dari anak anak hingga orang dewasa tetapi ketika perpisahan rasanya hati ini sangat patah, luka paling dalam karena harus pergi meninggalkan Desa yang sangat nyaman itu, hati ini ingin sekli mengulang kembali kenangan indah di Desa Saria,” ungkap Bela dengan nada sedih
Dikatakan Bela, kemarin ketika pas pulang beberapa hari terus pergi lagi , rasanya tidak ingin pulang rasa nyaman itu Desa Daria telah membuat dara cantik itu jatuh cinta kepada semua tentang Desa Saria.
Lebih lanjut, ia mengatakan, terkait Produk Nyao Abon Saria, intinya harus terus berkembang karena Desa Saria mempunyai Sumber Daya Alam yang melimpah yaitu penghasil Ikan terbesar di Maluku Utara dan khususnya Kabupaten Halmahera Barat.
“Poin terakhir itulah yang kami ingin wujudkan agar Nyao Abon Saria ini bisa mendapat legalitas dari bpom , itu sangatlah penting dalam suatu produk jadi . Kami berharap KKN yang akan datang mungkin bisa mengembangkan sehingga dilegalkan,” timpalnya
Bela berharap, pemuda pemudi serta masyarakat di Desa Saria tidak melupakan semua kenangan bersama Mahasiswa , terus tingkatkan persaudaraan , terus jaga silahturahmi , komukasi, dan persahabatan harus tetap dipegang erat. (Jufri)

