BLT DD akan di Non Tunaikan, SAPMA PP Kabupaten Pandeglang: Mohon Dikaji Ulang
BLT DD akan di Non Tunaikan, SAPMA PP Kabupaten Pandeglang: Mohon Dikaji Ulang
Pandeglang, PORDES – Maraknya kasus pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) yang di duga di dilakukan oleh oknum perangkat desa semakin ramai diperbincangkan.
Seperti pada beberapa Minggu lalu yang sempat viral di media terkait kasus pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang di duga dilakukan oleh beberapa oknum di Desa Tegalongok, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang dengan nominal Rp400 ribu per Keluarga Penerima Manfaat dengan dalih uang 400ribu tersebut akan di berikan kepada masyarakat yang tidak dapat.
Hal ini membuat kepala DPMPD Doni angkat bicara, menurut nya kasus pemotongan tersebut cukup fatal, dirinya mengaku sudah mengintruksikan Kepala Desa Tegalongok tersebut untuk mengembalikan uang BLT Dana Desa tersebut kepada KPM.
“Desa Tegalongok sudah selesai, kemarin udah di kembalikan, disaksikan oleh camat dan pendamping pada hari kamis, rencananya hari rabu, karna senin kita musyawarahkan hari rabu janjinya, hari kamis dia baru menggantinya,” terangnya.
Rencananya buat kedepannya DPMPD akan mengeluarkan Bantuan Langsung Tunai dalam bentuk non tunai, mengantisipasi hal-hal tersebut terjadi lagi.
“Kedepan karna kan ada beberapa desa yang bermasalah nanti kita akan non tunai kan karna pembelajaran buat mereka,” katanya.
Mendengar kabar tersebut, Imang Purnawan Sekretaris Cabang Aktivis Satuan Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Kabupaten Pandeglang mengungkapkan, bahwa langkah DPMPD untuk menon tunaikan Bantuan Langsung Tunai tersebut harus dikaji ulang, pasalnya seperti yang sudah sudah seperti Bansos yang non tunai lain pun masi banyak kecolongan oknum.
“Langkah menon tunaikan BLT DD ini lebih baik dikaji ulang, karna percuma kalo hanya di non tunaikan tapi tidak ada pengawasan yang ketat didalam penyaluran nya,” jelasnya kepada Portal Desa, Jumat (3/6/2022).
“Seperti Bansos PKH dan lain lain kemarin, akibat tidak ketat penyalurannya, banyak oknum mengambil kesempatan dengan dalih mengkolektifkan pencairan bansos tersebut sampai akhirnya memotong beberapa rupiah dengan dalih uang cape,” ungkapnya.
Pewarta: Ahmad Muchtaron

