Aris Hariyadi: Bupati Edi, lepaskan kami dari jeratan kebijakan yang kejam
Aris Hariyadi: Bupati Edi, lepaskan kami dari jeratan kebijakan yang kejam
Labuan Bajo, PORDES – Menanggapi polemik yang terjadi di Labuan Bajo saat ini. Masyarakat dari wilayah utara Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Aris Hariyadi menyampaikan kekecewaannya kepada Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi dalam melakukan koordinasi ke pemerintah provinsi tentang kenaikan tarif masuk Taman Nasional Komodo (TNK).
Hal itu disampaikan salah satu Tokoh muda kecamatan Pacar itu yang dibagikan dalam pesan WhatsApp group, Rabu (3/8/2022).
Dalam cuitan itu, Aris Hariyadi menilai Bupati Manggarai Barat seakan bukan pemipin masyarakat seperti yang diharapkan masyarakat.
Berikut kutipan yang disampaikan Aris Hariyadi:
“Bupati yang kami hormati, saat Bapak masih sebagai masyarakat biasa, bapak bupati tentu pernah merasa dan melihat keresahan keresahan masyarakat akibat dari dampaknya monopoli kebijakan-kebijakan yang tidak propolis.”
“Keresahan dan kekewatiran itu, tentu menjadi motivasi bagi bapak untuk mengambil bagian dalam kedudukan statifikasi. agar pelaksanaan kebijakan tertata dan terakselerasi demi terjaminnya kehidupan masyarakat yang sejahtera”.
“Beberapa tahun yang lalu, kami semua masyarakat, berjumpa dan bertatap lansung dengan Bapak Bupati.
saat itu bapak mengajukan dan mempromosikan diri sebagai salah satu putra Manggarai Barat yang berkualitas, berintelektual dan integritas. Anda datang kehadirat masyarakat Manggarai Barat memohon agar kiranya dipilih oleh masyarakat, untuk menjadi orang nomor satu di kota wisata super premium ini.
“Tibalah waktu penentuan beberapa bulan setelah kami masyarakat bertatap muka dan mendegarkan berbagai janji politik dari Anda. Lalu di bilik suara penentuan itu, kami masyarakat dihadapi dengan beberapa pilihan yang membuat kami sempat meresa dilema, sambil memegang paku demokrasi, kami menguatkan diri kami dengan doa sambil menancapkan pilihan dengan harapan agar yang terpilih menjadi putra yang bisa kami andalkan dalam mengentaskan segala persoalan yang ada, sesuai yang dicita-citakan dan berkebijakan sesuai ideologi Pancasila”.
“Sehingga tiba saatnya Bapak Bupati menduduki kursi Nomor satu sebagai putra terbaik Manggarai Barat dan dikenal di seluruh pelosok Publik.”
“Kami masyarakat yang dulu pernah berjumpa saat Bapak memohon untuk dipilih, yang pernah berdiri berdoa dan memilih anda hingga menjadi Bupati Manggarai Barat saat ini, memohon dengan isak tangis kepada Bapak Bupati, agar kiranya mengulurkan kasih sayang, dengan balasan cinta dalam kebijakan kebijakan yang tidak menyengsarakan kami masyarakat”.
“Namun kini kami dihadapkan degan 1000 pasukan berseragam lengkap dengan laras panjang, membuat kami tak berdaya. Bapak yang dulu menggebu menyampaikan janji kesejahtraan rakyat kini tak peduli dengan jeritan dan rintihan kami dan seakan tak ada hati membiarkan kami terlantar dan sengsara”.
“Kami berharap kiranya saudara-saudara kami yang menuntut keadilan, telah merayap dibawah genggaman kekuatan kaki kekuasan mu. agar sudi merelakan sedikit kekuatan untuk mengangkat kaki kekuasaan bapak untuk melepaskan mereka dari jeratan kebijakan kejam yang terjadi. melepaskan kami dari monopoli kebijakan yang menggerogoti hak dan kebebasan kami, demi keadilan dan kesejahteraan kami masyarakat, yang telah mengantar Bapak diatas kursi Nomor satu itu”.
Pewarta: Oktafianus Dalang

