Kades Cisereh Bantah Soal Tudingan Kelompok Tani Yang Terabaikan

PORDES TANGERANG – Kepala desa (Kades) Cisereh Kecamatan Tigaraksa Kabupaten Tangerang H. Muhamad Iskandar buka suara soal tudingan yang menyebut pihaknya mengabaikan kelompok tani selama 17 tahun.

Iskandar menyebut, pihak telah menjalankan tugasnya sesuai tupoksinya sebagai kepala desa. Program desa telah berjalan sesuai musyawarah dan aturan yang berlaku.

“Sejumlah kegiatan atau program desa telah berjalan sesuai musyawarah dan aturan yang berlaku, serta melibatkan masyarakat setempat, termasuk kelompok tani yang mengusulkan soal kebutuhan dalam hal ketahanan pangan,” ungkap Kades Cisereh H. Muhamad Iskandar melalui WhatsApp, Senin (15/12/2025).

Kendati demikian, Iskandar mengaku tidak tahu ihwal Kelompok Tani (Poktan) Tunas Mekar itu yang memiliki legalitas dari Desa sebelum ia menjabat. Dan kata dia, ketua Poktan tersebut juga tidak pernah konfirmasi ke Desa soal legalitas tersebut.

“Berdasarkan surat keteranganya yang saya lihat di media itu, ya telah berdiri sejak 2008 lalu. Itu sebelum saya menjadi Kepala Desa (Kades). Dan saya juga nggak tau apakah mereka selama itu dapat bantuan atau tidak,” ujarnya .

Namun demikian Iskandar menegaskan, selama ia menjabat sejak 2019 silam, Kelompok Tani (Poktan) tersebut belum pernah mengusulkan kepada Pemerintah Desa saat ini.

“Kelompok tani itu kita nggak tahu apakah pernah mengusulkan atau tidak pada saat ini, ketuanya nggak pernah ke Desa untuk mengusulkan apa apa, kita kan kerja berdasarkan aturan, musyawarah dan usulan. Tentu itu yang kita upayakan, bukan berarti kita tidak memikirkan Poktan yang lainnya. Silakan diusulkan, kedepannya kita akan upayakan, baik itu melalui DD atau kita upayakan melalui APBD Dinas terkait,” ujar Iskandar.

Lebih lanjut Iskandar mengatakan, sebagai Kepala desa ia memiliki komitmen yang kuat dalam mendukung dan mengimplementasikan program ketahanan pangan di tingkat desa, yang bertujuan untuk memastikan ketersediaan pangan yang mandiri, mengurangi kerentanan desa terhadap krisis pangan, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. (Red/Han).