Pertamina Ep Field Poleng Gelar Sosialisasi Penanganan Kondisi Darurat

 

PORDES GESIK, – Pertamina Ep Field Poleng menyelenggarakan sosialisasi penanganan permasalahan darurat kepada masyarakat, bekerjasama dengan Polsek Panceng dan Perhutani, bertempat di Pos 89 Kawasan Perhutani Resort Pamangkuan Hutan Panceng Kamis 15 Agustus 2024.

Hadir pada kegiatan tersebut, Kanitbinmas Polsek Panceng Bripka Afrian, HSSE Superintendent operation Tri Luhur Budiawan, Medical Pertamina EP Field Poleng Ajeng Pramesti, Bayu Nugroho Administatur Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tuban, diwakili Khaidir sebagai Waka PerhutaniTuban, serta masyarakat setempat.

Sosialisasi yang dilakukan Pertamina kepada masyarakat Panceng dan sekitarnya,
di harapkan agar masyarakat bisa tahu apa saja yang di lakukan ketika menemui permasalahan darurat di lapangan.

Tri Luhur Budiawan selaku HSSE Superintendent operationt mengatakan, bahwa kegiatan dilakukan sebagai bentuk kepedulian Pertamina terhadap masyarakat.

“Masyarakat supaya tahu langkah apa saja yang harus kita lakukan disaat menemukan keadaan darurat, seperti di gigit ular, terjatuh, cidera atau pingsan, kena luka bakar dan lain-lain,” kata Budiawan.

Ditempat yang sama, Ajeng Pramesti sebagai Medical Pertamina EP Field Poleng pada kesempatan itu menjelaskan dan mempraktekkan langkah-langkah Bantuan Hidup Dasar (PHD), bagaimana jika terkena gigitan ular, atau jatuh sampai cidera /pingsan, juga ketika kena luka bakar.

“Ketika kita di gigit ular, yang pertama kali kita lakukan adalah berusaha tenang, jangan panik, kemudia kita bidai bagian yang terkena gigitan ular tadi, karena bisa ular itu akan mengalir melalui kelenjar getah bening, ketika kita banyak gerak, bisa ular akan cepat menyebar ke seluruh tubuh, setelah pembidaian, kita secepatnya ke rumah sakit untuk di lakukan tindakan medis,” papar Ajeng Pramesti.

Bayu Nugroho Administatur Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tuban melalui Khaidir sebagai Waka Tuban Timur mengapresiasi dan sangat mendukung terhadap kegiatan tersebut .

“Harapan kami kedepannya, agar masyarakat terus bersama-sama menjaga kelestarian hutan dan ekosistem di dalam nya.
Terutama di musim kemarau ini yang rawan kebakaran hutan, supaya masyarakat berhati-hati jangan membakar sampah sembarangan,” ujar Khaidir.

Sementara, Bripka Afrian merasa senang dengan kegiatan tersebut, bersama dengan masyarakat bisa mendapatkan ilmu dan wawasan yang awalnya belum memahami bagaimana cara penanganan kondisi darurat. (Sri)