Proyek Pengaspalan Jalan di Maredan Barat Menuai Sorotan, Ketua DPRD Kabupaten Siak Tinjau ke Lokasi
Proyek Pengaspalan Jalan di Maredan Barat Menuai Sorotan, Ketua DPRD Kabupaten Siak Tinjau ke Lokasi
PORDES RIAU – Ketua DPRD Kabupaten Siak, Indra Gunawan, meninjau langsung lokasi proyek pengaspalan jalan di Kampung Maredan Barat tepatnya jalan menuju ke Yayasan Pondok Pesantren Ummul Quro yang dikeluhkan masyarakat, dan menimbulkan keresahan.
Pasalnya proyek yang menghabiskan anggaran Rp 6.669.389.100 (enam milyar enam ratus enam puluh sembilan juta tiga ratus delapan puluh sembilan ribu seratus rupiah) itu dianggap tidak tepat sasaran dan dan didapati juga sudah ada yang rusak.
“Dalam pelaksanaan pekerjaan, Adanya keresahan masyarakat, ada yang di sampaikan oleh masyarakat, bahwa pelaksanaan itu bukan atas kehendak masyarakat, kehendak masyarakat itu di lokasi yang lain,” kata Indra Gunawan, Rabu 17 Januari 2024.
Indra mengatakan bahwa mereka Pemkab Siak harus lebih cermat dalam mengalokasikan anggaran kegiatan untuk dapat memprioritaskan kegiatan ke ruas jalan yang membutuhkan, bahkan yang lebih mendesak.
“Dari arah fasilitas umum, arah ke masyarakat sudah bagus tetapi mesti ada pertimbangan, ketika satu sisi keuangan kita tidak cukup, kita harus bisa bicara masalah berkaitan dengan pembangunan prioritas,” ujarnya.

Ketua DPRD Kabupaten Siak itu juga meminta Pemkab Siak agar lebih bijak dan bisa mendahulukan pembangunan skala prioritas, mendahulukan kegiatan pembangunan jalan yang dibutuhkan bukan untuk kepentingan.
“Disana mungkin ada tujuan tapi Jika anggaran kegiatan itu di dorong ketempat pemukiman masyarakat yang banyak beraktivitas tentunya masyarakat tidak ribut, dan hari ini yang di nikmati masyarakat saat ini becek, APBD harus kita kembalikan ke masyarakat,” tegas Indra.
Dia juga menegaskan kepada pemkab Siak agar kontraktor pelaksana kegiatan tersebut dapat memahami sisi hak dan kewajiban dan segera melakukan perbaikan, kerena jalan tersebut digunakan untuk jangka waktu yang panjang dan memakan anggaran yang cukup besar.
“Jalan itu digunakan untuk jangka panjang, dan biaya yang dikeluarkan cukup besar, jadi kita mendesak kepada kontraktor pelaksana agar segera memperbaiki jalan ataupun bangunan yang rusak,” pungkasnya.
Informasi yang di himpun Portal Desa, proyek pengaspalan jalan menuju ke Yayasan Pondok Pesantren Ummul Quro tersebut tidak pernah ada pengusulan pada saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kampung Maredan Barat.
Ironisnya Jalan Simpang Cewe Kampung Maredan Barat yang merupakan jalan titik sentral dan selalu diusulkan di Musrenbang, namun sampai saat ini belum tersentuh aspal. (Ricky zp)

