Gebyar Sedekah Laut Nelayan Kradenan Tuban, Ungkapan Syukur Limpahan Hasil Laut
Gebyar Sedekah Laut Nelayan Kradenan Tuban, Ungkapan Syukur Limpahan Hasil Laut
PORDES TUBAN, – Ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil laut, ratusan nelayan Desa Kradenan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur menggelar kegiatan tradisi Sedekah Laut, Minggu 12 Nopember 2023.
Kepala Desa Kradenan, Sunoto menyebut, tradisi Sedekah Laut merupakan bentuk ungkapan rasa syukur atas hasil tangkapan ikan yang melimpah.
Selain itu tradisi tersebut juga menjadi ritual tolak bala agar para nelayan selamat dalam melaut untuk mencari nafkah.
“Saya merasa senang karena tahun ini kita sudah bisa mengadakan sedekah laut dengan meriah seperti beberapa tahun yang lalu. Namun tentu kita harus ingat bahwa makna sedekah laut adalah sebuah ungkapan rasa syukur dan doa agar Tuhan Yang Maha Esa selalu bermurah hati dan memberkahi kita, khususnya para nelayan,” kata Sunoto.

Menurut Sunoto, tradisi Sedekah Laut merupakan pesta rakyat bagi warga Desa Kradenan, bahkan warga Kota Tuban lainnya juga ikut merayakan, dan menyaksikan upacara adat yang digelar setiap satu tahun sekali ini.
“Banyak masyarakat yang melintas di jalan pantura ini yang berhenti sejenak sekedar menyaksikan,” ujar Sunoto.
Sunoto berharap, semoga nantinya generasi generasi penerus kita akan selalu mendukung kelestarian budaya dengan ikut melaksanakan dan mengedukasi diri bahwa tradisi tersebut perlu dilestarikan.
Sementara itu, Sekretaris DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Timur yang juga putra asli Desa Kradenan, H. Sutoyo M. Muslih, menambahkan bahwa sedekah laut ini juga sebagai wadah untuk menggali kembali nilai-nilai budaya sekaligus menunjukkan kepribadian sebagai warga negara, karena sedekah laut merupakan budaya dari nenek moyang.
“Semoga di tahun-tahun yang akan datang hasil tangkapan nelayan melimpah sehingga kesejahteraan nelayan meningkat,” imbuh Muslih.
Pria yang juga menjabat Ketua Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Jawa Timur ini berharap agar tradisi petik laut yang sudah ada sejak nenek moyang kita lestarikan setiap tahun agar tidak punah.
Begitu juga salah satu panitia, Nunung menyebutkan bahwa rangkaian kegiatan gebyar sedekah laut ini didahului dengan Khotmil Qur’an, malam tasyakuran, pawai perahu hias dan puncaknya nanti malam Kradenan Bersholawat.
“Selain memberikan sedekah kepada warga juga mengadakan berbagai kegiatan dan hiburan mas,” terang Nunung.
Informasi yang dihimpun, gebyar sedekah laut yang diprakarsai oleh Forum Nelayan Kradenan ini dengan diwarnai rangkaian kegiatan yakni Khotmil Qur’an, Tasyakuran, Pawai puluhan Perahu hias dan puncaknya Kradenan Bersholawat.
Pantauan Portal Desa, nampak masyarakat setempat tua muda dan anak-anak antusias bergembira, memberi aplus saat menyaksikan sekitar 80 perahu hias konvoy didepan mereka. (Ali Maskur)

