Polemik Pergantian Kepala Sekolah, Front Alumni SMA Kristen Dian Halmahera Barat Gelar Aksi Jilid II
Polemik Pergantian Kepala Sekolah, Front Alumni SMA Kristen Dian Halmahera Barat Gelar Aksi Jilid II
PORDES HALBAR – Front Alumni Sekolah Menengah Atas (SMA) Kristen Dian Halmahera menggelar Aksi Jilid II di depan gedung Sekolah setempat yang berlokasi di Kecamatan Sahu Timur, Kabupaten Halmahera Barat, Senin 30 Oktober 2023.
Aksi itu dilakukan untuk menanggapi sikap arogansi yang ditunjukan oleh Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) GMIH yang melakukan pergantian Kepala SMA Kristen Dian Halmahera, yang akhirnya menuai protes dikalangan masyarakat khususnya para orang tua murid SMA Kristen Dian Halmahera.
Pasalnya, pergantian Kepsek tidak sesuai dengan asas-asas yang berlaku dalam Keputusan Kemendikbud RI Nomor: 371/M/2021 tentang program sekolah penggerak.
Kepala sekolah yang telah melakukan serah terima jabatan belum bisa dijadikan dasar yang kuat karena Gubernur Provinsi Maluku Utara belum mengeluarkan SK terkait pergantian Kepala Sekolah SMA Kristen Dian Halmahera.
Yanes Sopacua dalam orasinya sebagai koordinator lapangan (korlap) menyampaikan bahwa pergantian Kepsek hanya berdasarkan surat tugas dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara bukan berdasarkan SK Gubernur Provinsi Maluku Utara.
“Berdasarkan informasi yang dihimpun, Pergantian Kepala Sekolah hanya Melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara Nomor:800/1343/DISDIKBUD -MU/2023 Tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah. Artinya, keabsahan sebagai Kepala Sekolah patut dipertanyakan. Secara De Fackto itu terpenuhi, tetapi secara De Jure pergantian Kepala Sekolah masih belum terpenuhi karena ada beberapa hal yang belum terpenuhi salah satunya SK dari Gubernur Provinsi Maluku Utara,” katanya.
Akibat dari polemik pergantian Kepala Sekolah, lanjut dia, berdampak pada kemacetan proses belajar mengajar selama berminggu-minggu, bahkan ratusan siswa telah bersikap untuk pindah dari SMA Kristen Dian Halmahera.
“Banyak dari Siswa-siswi SMA Kristen Dian Halmahera memilih pindah sekolah karena proses belajar mengajar yang terhambat akibat dari proses pergantian Kepsek yang diduga sepihak oleh Yayasan Dinas Pendidikan Kristen (YPK) GMIH.” pungkasnya.
Sementara itu Johnky sebagai alumni juga menyesali atas polemik yang terjadi di SMAKEREN julukan SMA Kristen Dian Halmahera.
“Saya sesali terkait persoalan yang mencuat di tengah-tengah masyarakat khususnya orang tua murid karena diduga proses pergantian kepala SMA Kristen Dian Halmahera adalah tindakan nakal yang dilakukan oleh YPK GMIH dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara,” ungkapnya.
Lanjut johnky, sikap yang ditunjukan adalah sikap arogansi dan kesewenang-wenangan dari YPK GMIH,.
“Oleh karena itu, atas dugaan tersebut, pihaknya dari alumni menyampaikan tuntutan aksi sebagai bentuk kekecewaan, yakni, mencopot Ketua YPK GMIH Oscar Kabarey, dan mencopot Kepala SMA Kristen Dian Halmahera, Nenitje Wowor,” tegasnya.
Selain itu ketua cabang GMKI Jailolo Tiklas Babua yang juga sebagai alumni turut berkomentar atas persoalan yang terjadi. Aksi jilid II yang dilakukan oleh Alumni dan para siswa-siswi SMA Kristen Dian Halmahera adalah bentuk daripada kekecewaan terkait dengan status sekolah penggerak yang terancam dicabut oleh Kemendikbud RI.
“Prestasi yang disandang SMA Kristen Dian Halmahera perlu kita junjung tinggi, karena itu menyangkut nilai tukar ke Provinsi bahkan secara Nasional, bahwa meskipun Sekolah di bawah naungan Yayasan yang adalah sekolah Swasta, tetapi dengan prestasi sekolah unggulan,” jelasnya.
“SMA Kristen Dian Halmahera bisa di kenal dimana-mana karena prestasi tersebut. oleh karena itu, saya sebagai alumni berharap agar persoalan ini mendapat perhatian khusus dari Sinode GMIH dalam hal ini Ketua umum sinode GMIJ jalan kemakmuran dan juga yayasan Pendidikan kristen (YPK) GMIH,” tutupnya. (Riski/red)

