Warga Gintung Pulo Sukadiri Keluhakan Bau Tak Sedap dari Tempat Pengepulan Sampah Ilegal
Warga Gintung Pulo Sukadiri Keluhakan Bau Tak Sedap dari Tempat Pengepulan Sampah Ilegal
Tangerang, PORDES – Warga Kampung Gintung Pulo, Desa Gintung Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, sudah beberapa Minggu ini mengeluhkan bau sampah tidak sedap.
Sampah yang berada di pemukiman warga itu diketahui bersumber dari tempat pengepulan sampah yang diduga ilegal.
Salah satu warga kampung Gintung Pulo, L (50) mengungkapkan, keberadaan pengepul sampah yang kian menjamur ini sudah hampir kurang lebih satu bulan, akan tetapi ia sebagai warga biasa tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa diam dan pasrah.
“Bau banget, lalat juga banyak, terus kalau malam tidak bisa tidur, engap baunya. Anak saya marah-marah aja kemarin pulang, lewat situ jatuh karena licin bekas mobil ngangkut sampah itu, saya mau ngomong juga gimana, namanya orang kecil,” ujarnya, Selasa (1/11/2022).
Lebih lanjut, dia mengungkapkan, pada saat angin kencang sampah-sampah tersebut pada beterbangan, dan hampir setiap pagi dan siang hari dirinya mengaku sering memungut sampah-sampah tersebut, yang beterbangan masuk kepekarangan rumahnya.
“Saya tidak tau ini punya siapa sebab tidak ada kompromi dulu dengan masyarakat, tau-tau dia udah nurunin aja sampah disitu, saya pernah juga menegur tapi katanya tenang aja nanti di rapihkan lagi tapi nyata nya malah kaya begini banyak sampah yang beterbangan ke rumah saya,” ungkapnya.
Dikatakan L, bahwa ia tidak melarang seseorang untuk melakukan usaha, akan tetapi usaha itu harus pada tempatnya.
“Jangan sampah dari luar dibuangnya disini sebab ini adalah lingkungan tempat masyarakat bukan tempat pembuangan sampah,” katanya.
“Saya disini yang Deket dengan sampah itu kalau saya sakit akibat dari sampah itu mau ngga dia ngobatin saya, saya disini dapet penyakitnya sedangan dia dapet uang jutaan dari ngejual sampah ini,” tandasnya
Terpisah ketua RW 04 Desa Gintung Kecamatan Sukadiri, Mulyadin, membenarkan pihaknya telah mendapat keluhan dari masyarakat terkait maraknya pengepul sampah dilingkungan pemukiman warga yang menyebabkan bau tidak sedap.
“Betul warga kami mengeluhkan sampah itu, pertama bau dan lalat juga banyak masuk ke rumah-rumah, yang lebih parah lagi akses jalan bener-bener keganggu kadang-kadang motor juga lewat susah, karena dia buangnya juga di jalan dan bisa memakan waktu 1 jam,” jelas ketua RW 04 Mulyadin saat di temui Portal Desa di kediamannya.
Kadang-kadang, kata Mulyadin, kedatangan mobil sampah itu tidak tentu bisa pagi, sore dan malam hari, dan itu rutin setiap hari, bahkan kata dia, ada salah satu warganya yang pernah jatuh terperosok akibat tidak bisa jalan, karena licin bekas lintasan mobil pengangkut sampah tersebut.
“Sepuluh hari yang lalu saya sudah melakukan peneguran kepada pemilik sampah itu, dia ngga ada respon, saya juga pernah ngomong ini kenapa residunya ngga dibuang lagi ditambah mengganggu akses jalan tapi dia menjawab nanti akan di rapihkan,” tandasnya. (gabel)

