KAMMI Desak Gubernur Malut Ganti manajemen RSUD Chasan Boesorie

Ternate,PORDES – Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Maluku Utara (Malut) mendesak pemerintah agar segera mengganti pihak Manajemen dan Satuan Pengawas Internal RSUD Chasan Boesoirie Kota Ternate. Selasa, (30/8/2022).

Hal Ini menyusul permasalahan sejumlah Pegawai RSUD Chasan Boesoirie Ternate yang menuntut pihak Direksi untuk segera melunasi seluruh tunjangan kinerja 900 petugas kesehatan, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun non-PNS yang masih menunggak selama 8 bulan.

Ketum PW KAMMI Maluku Utara, Rudi Ahmad mengatakan, permasalahan tersebut bukan terjadi baru kali ini, tetapi pada 2020 lalu, sudah terjadi permasalahan yang sama yaitu soal tunjangan kinerja.

Bukan hanya itu, Rudi mengaku, petugas kesehatan mengatakan, apabila pihak RSUD tidak menyelesaikan seluruh tunggakan yang terhitung sejak 29 Agustus sampai 2 September 2022, maka pihaknya berkomitmen tidak akan melakukan seluruh layanan di RSUD hingga masalah itu dapat diselesaikan.

Atas dasar itu, Rudi menyayangkan adanya permasalahan tersebut. Menurutnya, kelalaian ini bukan hanya tanggung jawab Manajemen, tetapi juga Penasehat Internal RSUD Chasan Boesoirie di Ternate.

“Pihak manajemen RSUD dan satuan pengawas internal harus bertanggung jawab terhadap persoalan ini. Bukan sebaliknya memberikan isu, ancaman sejumlah pegawai bahkan akan di mutasikan,” tutur Rudi kepada Portal Desa,

Kata Rudi, Bukan tidak mungkin, bahwa masyarakat Maluku Utara, khususnya Kota Ternate akan menyesali jika mengetahui persoalan ini. Pasalnya, di saat membutuhkan pelayanan kesehatan nantinya tidak maksimal atau tidak terlayani akibat dari persoalan ini.

Karena itu, dengan adanya persoalan tersebut, Pemerintah diminta bertindak tegas dengan menggantikan Pihak lManajemen RSUD dan satuan pengawas internal RSUD Chasan Boesoirie di Ternate.

“Permasalahan ini telah membuat kesal. KAMMI minta pemerintah bertindak tegas, kalau perlu ganti Pihak manajemen RSUD dan satuan pengawas internal,” tegas Rudi.

Permasalahan ini, masih kata dia , tidak akan sebesar ini jika diselesaikan dengan baik. Oknum yang bertanggung jawab harusnya di evaluasi karena masalah ini terjadi juga di tahun sebelumnya.

“Percuma bangun gedung yang banyak dan besar tapi banyak masalah dan ujung-ujungnya rakyat juga yang kena dampaknya,” katanya.

“Kami berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak, untuk berhati-hati dalam menjalankan tugasnya, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” harapnya.

Pewarta: Riski Samsudin