DPRD Kabupaten Trenggalek Gelar Paripurna, Wabub Serahkan Nota Ranperda Pertanggungjawaban APBD tahun 2021
DPRD Kabupaten Trenggalek Gelar Paripurna, Wabub Serahkan Nota Ranperda Pertanggungjawaban APBD tahun 2021
Trenggalek, PORDES – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Trenggalek hari ini menggelar Paripurna dengan agenda menerima penyerahan nota rancangan peraturan daerah tentang Pertanggungjawaban APBD tahun anggaran 2021.
Rapat paripurna digelar dikantor DPRD setempat dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Doding Rahmadi dan nota ranperda diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Muhammad Syah Natanegara Selasa (28/6/2022).
Dalam paparannya, Syah Natanegara menyampaikan kalau laporan pertanggungjawaban APBD sendiri disampaikan sesuai amanah Undang-undang 23 tentang pemerintah daerah, dimana setiap kepala daerah berkewajiban melaporkan rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban APBD kepada DPRD, 6 bulan setelah APBD berakhir.
“Kami bersyukur hasil pemeriksaan BPK terhadap laporan keuangan tahun anggaran 2021, Kabupaten Trenggalek kembali mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). WTP yang diraih Trenggalek ini merupakan WTP ke-6 yang diraih secara berturut-turut,”
” Capaian ini tentunya menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam menyelenggarakan pemerintahan yang semakin baik dan akuntabel,” jelas Syah.
Dalam pembacaan paparan ranperda pertanggungjawabannya, Syah Natanegara menyebut realisasi pendapatan tahun 2021 tercapai 101,51%, dari Rp. 1.832.271.419.060,- terealisasi Rp. 1.859.926.435.396.
Angka ini melampaui target yang telah ditargetkan sebelumnya.
Disektor belanja, Pemerintah Kabupaten Trenggalek merealisasikan 90,32% dari total anggaran yang ada. Artinya dari 2 triliun 37 miliar anggaran belannya hanya terealisasi sebesqr Rp. 1 triliun 840 miliar. Dari angka tersebut diatas maka dalam APBD Kabupaten Trenggalek tahun 2021 terdapat surplus anggaran sebesar Rp. 19 miliar, 798 juta.
Sedangkan untuk sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) tahu 2021 Kabupaten Trenggalek, sebesar kurang lebih Rp. 224 miliar,” tandas Syah Natanegara. (Rudi/red).

