Petani di Desa Tabangame Panen Cabai Sebanyak 45 Kg
Petani di Desa Tabangame Panen Cabai Sebanyak 45 Kg. Portal Desa – Sumber Inspirasi Perubahan
Halsel, PORDES – Seorang petani di desa Tabangame, Kecamatan Bacan Timur Selatan, Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, memanen cabai sebanyak 45 Kilo.
Petani yang merupakan pasangan suami istri ini memiliki perkebunan seluas 2 hektar, selain cabai, Husen Saleh dan istrinya Mariam Arif, juga menanam daun bawang, coklat, pisang dan terong di perkebunanya.
Fazria Husen, anak dari pasangan petani tersebut kepada Portal Desa mengatakan, di tahun 2022 ini mereka panen Rica (cabai) sebanyak 45 kg.
Dia juga mengatakan, dari beberapa tanaman misalnya Pisang, Coklat, Pala, Terong, Daun Bawang itu panennya tidak bersamaan dengan cabai.
“Pisang itu sekitar 1 tahun baru panen, dan cokelat 3 tahun sekali panen, Pala 5 hingga 6 tahun dan Terong 3 bulan baru panen, sementara bawang daun baru mulai panen 2 bulan sekali, dan panen itu tidak bersamaan dengan cabai,” jelasnya.
Fazria mengungkapkan, pada di tahun 2022 mereka panen cabai sebanyak 5 kali.
“Jadi di tahun ini 2022, torang, (Kami) sudah panen rica,(Cabe) sebanyak 5 kali dalam sebulan jadi secara keselurahn kemungkinan sudah 22 x panen untuk cabe,” ujarnya.
Dari hasil panen cabai itu, kemudian dijual ke pasar di kota labuha dengan harga yang belum bisa di pastikan, karena harga cabai mereka berpatokan harga di pasar.
“Usai panen kemarin, kami langsung menjualnya di pasar kota labuhan, dan mengenai harga itu belum bisa di pastikan karena tidak menentu, kadang naik kadang turun, maka kami berpatokan saja dengan harga yang di pasar,” ujar dia.
Harga yang di berikan oleh pembeli itu perkilo Rp40 ribu, jadi cabai sebanyak 45 kg total secara keseluruhan itu kami menghasilkan uang sebanyak Rp 1.800.000.
Dia menambahkan, bahwa porsi rezekinya sudah di atur, meski begitu pihaknya tidak mengeluh soal pendapatan.
“Kami tidak pernah mengeluh karena rezeki sudah di atur sesuai porsi masing masing, namun tetap kita harus mensyukuri apa yang di berikan oleh Allah SWT, saya berharap semoga hasil perkebunan menghasilkan buah yang baik,” tutup Fazria.
Laporan: Riski Samsudin

