Tangerang, PORDES – Setelah adanya evaluasi terkait kasus positif Covid-19 dan varian Omicron di tiga wilayah, yakni Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Gubernur Banten Wahidin Halim memutuskan untuk menghentikan sementara pembelajaran tatap muka (PTM) jenjang SMA dan SMK di wilayah Tangerang Raya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SMA Negeri 20 Kabupaten Tangerang, Rina Istianawati, saat di temui diruang kerjannya, Jumat (4/2/2022), mengatakan, untuk PTM terbatas yang saat ini telah diberlakukan, pihaknya mengikuti format pemerintah melalui surat edaran gubernur yang terakhir, yang menyarankan PTM saat ini sudah harus mengarah kepada 25 persen, untuk pencegahan omicron yang meluas.

“Prinsipnya sekolah setuju dan melaksanakan, untuk hari ini saja sudah sterilisasi, dan untuk hari senin sudah diberlakukan 25 persen dari jumlah siswa, kurang lebih 10 siswa perkelas,” kata Rina.

“Mudah-mudahan ini tidak ada kelanjutannya, dan sebisa mungkin bisa ditekan omicron nya, sehingga bisa cepat normal lagi, minimal bisa kembali 50 persen, selanjutnya bertahap bisa 100 persen, walaupun perkembangannya masih cukup luar biasa, semoga lekas normal lagi secepatnya,” imbuhnya.

Rina juga mengungkapkan, bahwa untuk saat ini siswa SMA Negeri 20 Kabupaten Tangerang yang sudah divaksin sudah hampir mencapai 90 persen vaksi kedua, dari 1.170 siswa, hanya 70 siswa yang belum divaksin, dikarena kendala penyakit turunan dan terkait izin orang tua.

Soal aturan PTM terbatas 25 persen ini, kata Rina, siswa yang dirumah tetap akan melakukan belajar melalui online (daring), sebelumnya pihaknya sudah menjalankan PTM 50 persen, dan ketika SE Gubernur turun pihaknya sudah siap dengan memberlakukan kembali 25 persen.

“kami berharap semoga tidak berkembang paradigma omicron baru, sehingga tidak membahayakan terhadap kesehatan para siswa,” tutupnya. (gbl/pordes)