Terkait Bunker di Bobaneigo Madihutu, Fintje Van Sidette Minta Masyarakat Untuk Menjaga Bersama-sama

PORDES HALBAR – Kepala Bidang (Kabid) Budaya, Dinas Kebudayaan (Dikbud) Halmahera Barat (Halbar) Maluku Utara, Fintje Van Sidette, mengaku akan menindaklanjuti terkait penemuan Bunker di Desa Bobaneigo Madihutu, Kecamatan Jailolo Selatan (Jalsel).Senin 18 Desember 2023.

Fintje Van Sidette menjelaskan, bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah Desa (Pemdes) dalam hal ini kepala Desa setempat terkait penemuan Bunker.

”Jadi tindaklanjut Bunker yang berada di Desa Bobaneigo Madihutu kebetulan laporannya di akhir tahun, sehingga anggaran untuk menindaklanjuti itu belum ada,” jelasnya.

Namun begitu, lanjut Fintje, pihaknya berupaya di tahun depan akan mencoba anggarkan sambil melihat kondisi keuangan daerah.

“Sebagai kepala bidang kebudayaan saya sudah koordinasi dengan kepala Desa Bobaneigo Madihutu dan juga dua pemuda setempat, kami sudah konfirmasi kalau bisa mereka juga bisa memberikan anggaran dari Desa sehingga kita bisa kolaborasi program,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, bahwa untuk turun ke lokasi, pihaknya menunggu waktu, karena pada tanggal 27- 29 saya masi ada kegiatan di balai pelestarian Kebudayaan Ternate setelah dari itu baru kita memastikan waktu.

“Saya berencana kalau turun tidak sendiri kita akan bersama sama dengan balai pelestarian, kita agendakan dulu rapat dengan mereka agar supaya satu kali jalan,” ujarnya

“Setelah turun di lokasi baru akan ditindaklanjuti oleh balai pelestarian dari kebudayaan apa, mungkin itu akan dipasang papan nama atau apa kita belum mengetahui dan itu harus di jaga,” tambahnya.

Ia berharap, masyarakat dapat menjaga bunker tersebut, karena bunker itu sangat mahal, sebab barang itu diduga dari negara luar.

“Bunker tersebut kayaknya dari jepang kalau tidak salah, karena kita belum buat penelitian sehingga kita belum bisa memutuskan bunker itu dari jepang, Belanda, tetapi melihat didalamnya kayaknya dari jepang,” akunya

Karena Itu belum bisa dipastikan, yang pastinya pihaknya berharap masyarakat setempat agar bisa menjaga.

“Saya sudah berpesan ke Kades. bahwa harus dijaga dengan baik jangan sampai dapat rusak oleh warga masyarakat, karena itu menjadi nilai budaya tempat pariwisata, dilindungi oleh masyarakat bobaneogo Madihutu,” katanya.

“Setelah penetapan menjadi warisan budaya benda baru akan dijual dalam bentuk pariwisata (promosikan) dan nantinya dapat dikunjungi oleh masyarakat,” tutupnya. (Riski)