Tak Ada Kejelasan, Mahasiswa Desak UPT Dinas PUPR Banten Segera Perbaiki Jembatan Kalibaru

PORDES TANGERANG – Kerusakan jembatan Kali Baru yang menghubungkan 2 Kecamatan yakni Pakuhaji dan Teluknaga sudah hampir 1 Minggu. Namun belum terlihat adanya tanda-tanda perbaikan.

Pantauan disekitar lokasi hanya terpasang spanduk himbauan untuk kendaraan bertonase berat dilarang melintas di jembatan tersebut. Dampaknya kemacetan terurai hingga puluhan kilo meter.

Koordinator Himpunan Mahasiswa Tangerang Utara Boy Dowi mengatakan selain berdampak pada kemacetan, tentu juga berdampak pada buruh pabrik dan siswa-siswi sekolah.

“Karena jembatan itu menjadi akses utama arus ekonomi, dan pendidikan masyarakat Pakuhaji dan Teluknaga,” kata Boy kepada Portal Desa, Senin 13 April 2026.

Boy mengungkapkan dari sisi historis jembatan Kalibaru tersebut dibangun dan dirancang pada tahun 1985 di era Bupati Tangerang Tadjus Sobirin.

“Jembatan Kalibaru ini untuk beban tonase rendah, namun hari ini dipergunakan oleh kendaraan bertonase berat sehingga pada akhirnya jembatan tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah,” ungkapnya.

Boy mendesak Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Tangerang pada Dinas PUPR Provinsi Banten segera bertindak memperbaiki jembatan Kalibaru.

“Kami minta kepada UPT pada dinas PUPR Provinsi Banten agar segera menanganinya dengan cepat, sebelum keadaannya semakin parah dan menimbulkan korban jiwa,” tandasnya.

Sampai berita ini diterbitkan Portal Desa masih berupaya mengkonfirmasi Kepala UPTD PJJ Tangerang pada Dinas PUPR Provinsi Banten Hamdan. (gabel).