Soal 4 Anak Yatim Piatu di Sukadiri Yang Tidak Tersentuh Bantuan Pemerintah, Begini Kata Kadinsos Kabupaten Tangerang
Soal 4 Anak Yatim Piatu di Sukadiri Yang Tidak Tersentuh Bantuan Pemerintah, Begini Kata Kadinsos Kabupaten Tangerang
PORDES TANGERANG – Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Tangerang Azis Gunawan menyangkan kinerja Pemerintah Kecamatan Sukadiri dan Kepala Desa (Kades) Sukadiri yang terkesan melempar persoalan kemiskinan warga Sukadiri kepada Dinas Sosial Kabupaten Tangerang.
“Harusnya desa nya dulu itu muncul sama kecamatan karena dia adalah pemerintahan terdepan kalau kita turun mereka ngga berpungsi dong, jangan terkesan persoalannya dilemparkan ke kita dan apa lagi ditinggalkan itu ngga boleh,” kata Azis Gunawan saat dihubungi lewat sambungan WhatsApp, Selasa 31 Oktober 2023.
Lebih lanjut Azis menjelaskan persoalan bedah rumah merupakan domainnya pemerintah desa, Pemerintah Kecamatan dan Dinas Perkim karena dimereka itu tersedia pagu anggaran untuk membangun rumah yang tidak layak huni.
“Nanti dinsos individunya, artinya ke empat anak yatim piatu itu harus kita programkan PKH, BPNT dan BPJS kesehatan nya kita bagi-bagi tugas, saya sudah dorong mungkin siang ini kita cek kelapangan kita meping kita jangkau,” katanya.
Padahal sambung Azis pihaknya melalui Forum RW sudah membahas dan membedah program UHC untuk masyarakat miskin di Kabupaten Tangerang supaya tidak menumpuk antrian di loket dinsos saat mengurus berkas.
“Maintenance nya nanti dibangun di desa dan di Kecamatan seperti apa karena kasihan masyarakat jauh-jauh datang ke dinsos hanya untuk mengurus berkas kadang juga maaf terjadi percaloan pokonya kita tidak menyerah lah kita harus bantu masyarakat,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan sungguh miris nasib empat anak yatim piatu di Desa Sukadiri, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang harus tinggal di rumah reyot dengan berdindingkan anyaman bambu dan beralaskan tanah jauh dari kata layak huni.
Keempat anak yatim piatu tersebut bernama, Junaedi (27), Asep Irama (18) Desi Permata (7) dan Samin (31). Saat ini mereka dirawat oleh bibi dan pamannya yang tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah (gabel).

