Sepi Penumpang, Supir Angkot Pematangsiantar Berharap Ganjil-Genap Berakhir
Siantar, PORDES – Sistem buka tutup akses jalan yang masih diberlakukan di Kota Pematangsiantar, sampai hari ini, Minggu (3/10 /2021), dikeluhkan sejumlah supir angkot di Siantar. Kebijakan tersebut sangat berimbas kepada penghasilan mereka para supir angkutan perkotaan.
Salah seorang supir angkot, Lambok Hutajulu mengatakan, sejak diberlakukan PPKM Darurat atau ganjil genap, pendapatannya mengalami penurunan sebanyak 50 persen dari biasanya.
“Kayak mana mau kita bilang lagi bang, kalo nga narek tak keluar asap dari dapur, sunyi kali. Dengan pendapatan Rp200 ribu perhari dipotong lagi uang iuran minyak, uang cuci, kadang bersih yang dibawa kerumah hanya Rp 40ribu,” kata dia yang mengendarai angkot koperasi beringin jurusan trayek Simpang Dua, Inti Kota, Pasar Parluasaan Pematangsiantar.

Menurut Lambok, mulai masuknya anak sekolah juga tidak berpengaruh karena belum seluruhnya bisa masuk seperti biasa.
“Selama buka tutup yang saat ini masi dijalankan pemerintah Siantar, sangat menyulitkan kami, makin jauh kami putar lagi bang, yang jelas minyak nambah ngeri lah keadaan sekarang, semoga ini cepat berakhir,” ungkapnya. (budi/pordes)

