Ketua DPRD Manggarai Barat: Saya Bilang ‘Masa Pejabat Dikarantina’, Itu Tidak Benar
Labuan Bajo, PORDES – Ketua DPRD Manggarai Barat (Mabar), Martinus Mitar, menanggapi pemberitaan disalah satu media online yang menyebut dirinya soal pejabat dikarantina.
Martinus Mitar yang akrab disapa Marten mengatakan, bahwa menurutnya itu tidak benar. Dirinya pun kaget dengan adanya pemberitaan itu, yang menurutnya tanpa konfirmasi dengan dirinya.
Dijelaskan Marten, saat dirinya berbincang melalui whatsApp dengan OD, salah satu wartawan Portal Desa, pada hari Sabtu (12/2/2022) sekitar pukul 00:43 dini hari wita, merupakan diskusi keluarga saling memotivasi dengan penuh candaan bukan mewawancarai dirinya sebagai Ketua DPRD Manggarai Barat dan narasumber.
Saat dirinya ditelepon tersebut, lebih awal dia minta untuk tidak direkam (off the record), karena dia ingin berdiskusi sebagai keluarga. Dalam isi diskusi tersebut pun, dia memotivasi dan memberi spirit kepada OD, agar tetap mengikuti protokol kesehatan dan instruksi pemerintah, namun tidak perlu ketakutan yang berlebihan terkait jenis covid varian baru (Omicron).
“Saya menerima telepon nya OD itu sebagai keluarga. Dalam diskusi itu OD tampak mengeluh soal wabah virus, yang berdampak pada aktivitasnya, saya berusaha memberi semangat pada dia untuk tidak perlu takut yang berlebihan, namun tetap waspada dan taat protokol kesehatan juga ikuti instruksi pemerintah,” jelas Marten.
Dia mengatakan bahwa dirinya juga berusaha memotivasi OD untuk mengikuti perhelatan pemilu 2024 yang akan datang.
“Kata-kata Saya dalam candaan itu ingin memotivasi OD sebagai pemuda yang berintelektual, itu isi sesungguhnya dalam percakapan kami tadi malam. Saya mendorong kaum milenial untuk terlibat langsung dalam kontestasi politik. Agar nilai kritis kaum milenial bisa diakomodir dengan baik,” tuturnya.
Sementara, OD yang merupakan lawan bicara dari Marten Mitar membenarkan hal tersebut, dia menjelaskan bahwa, saat dirinya menelepon Marten Mitar bukan sedang mewawancarai sebagai narasumber, namun hanya ingin berdiskusi layaknya keluarga.
“Saya menelepon beliau sebagai keluarga dan senior, namun Saya tidak tau teman Saya yang juga seorang wartawan duduk di depan saya merekam percakapan saya dengan Pak Marten,” terangnya.
Dia mengunkapkan, bahwa isi percakapan dirinya degan Martinus Mitar hanya sebatas bercanda dan nasehat, serta motivasi dalam mengembangkan diri.
“Kami hanya bercanda dan sedikit motivasi dari beliau. Marten saat itu mengatakan, jika mau mewujudkan mimpi harus berani berpolitik, sehingga apa yang kamu kritisi saat ini bisa membuahkan hasil. Saya rasa itu makna penting dari percakapan kami,” tutupnya.

