Kapolsek Sampobalo Pimpin Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di SMANi 1 Siontapina
Kapolsek Sampobalo Pimpin Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di SMANi 1 Siontapina
Buton, PORDES – Kapolsek Sampobalo Iptu Herman Monte memimpin upacara pengibaran benderah merah putih yang dilaksanakan di lapangan SMAN 1 Siontapina, Senin (8/8/2022).
Hal ini dilakukan menindaklanjuti pertikaiaan antara pemuda Desa Manuru dan Desa Matanauwe yang terjadi beberapa Minggu lalu, namun pertikaian ini telah diselesaikan di Polsek Sampobalo dengan secara kekeluargaan dan Humanis.
Kapolsek Sampobalo Iptu Herman Monte mengatakan kegiatan ini bukan hanya menghadiri upacara bendera akan tetapi pihak Polsek langsung memberikan imbauan kepada semua siswa terutama siswa laki-laki agar tidak selalu mengikuti hal- hal yang tidak baik.
“Harus pintar dalam bergaul karena kalau sudah salah bergaul maka dampaknya akan tidak baik. Apalagi ikut- ikutan dalam tawuran itu hal yang tidak baik karena jika siswa sudah salah bergaul maka akibatnya akan fatal,” katanya.
Sebab kalau sudah ikut tawuran pasti akan berhadapan dengan proses hukum oleh karena itu ia sebagai kapolsek Sampobalo kecamatan Siontapina Kabupaten Buton sangat mengimbau kepada orang tua siswa dan pihak Dewan Guru agar tidak pernah merasa lelah dalam membina siswa ataupun anaknya.
“Kalau mental anak-anaknya sudah dijaga maka akan masa depannya akan baik begitu pula sebaliknya,” tuturnya kepada Portal Desa.
Herman Monte juga mengatakan,mental anak-anak sangat mudah terpengaruh kepada pergaulan lingkungan, dimana itu sangat berpengaruh sekali karena pergaulan di masyarakat kecamatan Siontapina masih banyak yang gemar dengan minuman keras (Miras).
“Oleh karena itu mari kita jaga pergaulan anak-anak kita sehingga bisa terhindar dari hal itu, sehingga masa depannya bisa terjaga sehingga bisa menjadi kebanggaan buat orang tua terutama buat bangsa dan negara,” tandasnya.
Salah satu orang tua siswa La Budi juga menambahkan kegiatan yang diselenggarakan oleh pihak Polsek dan aparat guru itu sangat baik karena bisa langsung membimbing anak secara lansung dan mereka bisa lebih paham bagaimana kalau seseorang berhadapan dengan hukum dengan pengetahuan itu siswa akan lebih sadar dan bisa lebih disiplin dengan yang namanya pergaulan atau pengaruh lingkungan.
“Jika mereka sudah mengetahui tentang hukuman bagi orang yang melanggar hukum pasti siswa akan lebih berhati-hati dalam bergaul,” tutup La Budi. (Asrunode)

