Harga Kopi di Wilayah Semende Naik, Namun Hasil Panen Tidak Maksimal
Harga Kopi di Wilayah Semende Naik, Namun Hasil Panen Tidak Maksimal
Muara Enim, PORDES – Harga jual biji kopi di tingkat petani di wilayah Semende Darat, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, pada panen kali ini mengalami kenaikan jika dibanding beberapa pekan terakhir.
Sebelumnya, harga kopi mencapai Rp20.000 hingga Rp21.000 per kilogram, kini sudah mencapai di angka Rp22.000 – Rp23.000 per kilogram.
Salah satu petani muda, Ifansyah mengatakan, terjadi kenaikan harga dibanding beberapa minggu lalu.
“Harga kopi minggu ini lebih baik, namun jumlah produksi kelihatannya tidak sebanyak tahun lalu. harga kopi kali ini mengalami kenaikan secara bertahap mulai dari Rp20.000, kemudian Rp21.000 – Rp22.000, dan kini menjadi Rp23.000,” kata Ifansyah (20) petani kopi di desa datar lebar, Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU), Jumat (10/6/2022).
Ifansyah juga mengatakan, harga kopi pada panen kali ini cukup bagus. Namun hasilnya tidak maksimal.
“Hasil panen buah kopi turun, kalau tahun lalu satu pohon kopi bisa menghasilkan lima kilogram kopi gelondong basah. Saat ini menghasilkan tiga kilogram sudah bagus,” katanya.
Menurut dia, penurunan produksi kopi tersebut karena pada saat tanaman berbunga banyak yang rontok atau gugur karena terkena hujan.
“Ritme antara perkembangan bunga kopi hingga ke putik dengan cuaca berubah, biasanya di musim pertengahan tahun itu semestinya panas, tapi justru hujan angin sehingga banyak bunga akan berubah menjadi gugur,” kata Ifan.
Di sisi lain, saat panen yang seharusnya cuaca panas, ternyata turun hujan terus menerus sehingga biji kopi tidak bisa dijemur dengan baik.
“Memang di kawasan dataran tinggi, besarnya debit hujan besar. Tapi bisa diprediksi dan saat ini tidak bisa diprediksi lagi,” katanya.
Ia berharap harga jual biji kopi ini akan terus bertahan dan semakin naik, sehingga akan membuat petani kopi bersemangat untuk mengelola kebun kopi.
“Semoga saja harga kopi tetap stabil dan terus naik. Sehingga apa yang diharapkan petani untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menjadi petani muda yang sukses terwujud,” harapnya.
Laporan: Alfin Wandra

