Dengan Modul Nusantara, 154 Peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka Terapkan 16 Program Kegiatan
Dengan Modul Nusantara, 154 Peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka Terapkan 16 Program Kegiatan
PORDES TERNATE – Pertukaran Mahasiswa Merdeka Maluku Utara sebanyak 154 orang Peserta dari Berbagai Wilayah , diantaranya Aceh, Sumatra, Jawa, dan beberapa lainnya.
Kegiatan berlangsung selama 4 bulan 15 hari , diikuti 30 Perguruan Tinggi, dengan tema “Kontribusi Sosial.” bertempat di Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, dengan menggunakan Modul Nusantara.
Kegiatan yang mengusung tema Kontribusi Sosial itu terdaat 16 kegiatan. Program Kementerian Riset Tehnologi dan Pendidikan Tinggi , menggunakan Modul Nusantara yang didalamnya terdapat kebinekaan , belajar tentang kebudayaan adalah refleksi bagimana perbadingan antra kebudayaan dari tempat asal dengan kebudayaan Maluku Utara, hingga menumbuhkan kontribusi sosial , bakti kepada masyarakat.
Halida Nurlia, Dosen Unkhair Menjelaskan, nama kegiatan tersebut adalah kontribusi sosial bakti kepada masyarakat , bisa dalam bentuk sumbangsih pikiran maupun tenaga , untuk simulasi tenaga maka Kemarin dari 3 kelompok modul nusantara , masing masing kelompok terdiri dari 26 -28 Mahasiswa memutuskan untuk ke daerah Halmahera Barat untuk melakukan bakti sosial. 3 Dosen Nusantara yang mendampingi adalah dosen pariwisata.
“Kebetulan pantai Gatala adalah obyek wisata untuk dilakukan simulasi ke masyarakat , dengan kedatangan bakti kami ini masyarakat kembali dapat mengembangkan obyek wisata disini,” ungkapnya Sabtu 4 November 2023.
Halida, menuturkan, nama modul nusantara adalah Moluku Kie Raha yang termuat pada Kesultanan jailolo. Program kelompok Moluku Kie Raha ada 4 Kesultanan yang akan dikunjungi, yaitu, Kesultanan Ternate, Tidore, Jailolo dan Kesultanan Bacan. Dikatakan Halida , Kesultanan Ternate dan Tidore sudah dikunjungi , tinggal Kesultanan Jailolo.
“Harapan saya semoga dengan kegiatan promosi prawisata ini menjadi bahan untuk dilanjutkan dengan memilih wilayah Halmahera Barat menggunakan modul Nusntara juga,” Harapnya.
Ditempat terpisah, Ketua Suku Pertukaran Mahasiswa Merdeka Ansarif Mahendra menjelaskan, dirinya Mahasiswa dari Universitas Tanjung Pura Pontiank, terkait jumlah pertukaran Mahasiwa di Universitas Khairun berjumlah 154 orang , terbagi di
2 tempat tinggal. 52 lainnya berada di Akehuda , jadi yang berangkat ke halmahera barat sekitar 75 orang itu terdiri 3 kelompok yakni kelompok Maluku Kie Raha, Maluku, dan Batu Dibela.
“Jadi jumlah keseluruhan Mahasiswa pertukaran yang ada di Kota Ternate semua ada 80 orang dengan total keseluruhan 154 orang , untuk target ,kami melakukan kegiatan Kontribusi Sosial di mana kami ikut membantu masyarakat dalam membersihkan tempat obyek wisata yang sudah terbengkelai,” terang Ansarif.
Ansarif selaku Kepala suku berharap, karena Mahasiswa memang di pertemukan di Ternate untuk menuntut ilmu mendalami kebudayaan yang ada di Ternate, sehinggga saat pulang ke Daerah asal teman-teman mampu mengaplikasikan budaya yang ada, kebudayaan yang ada lebih dikembangkan, di masing masing daerah nya.
Karena memang tujuan dari pertukaran mahasiswa ini adalah meningkat semangat mahasiswa untuk mengembangkan kebudayaan.
“Dari pertama datang sampai hari ini cukup senang , disana kami banyak mendapatkan pelajaran terkait kebudayaan , tradisi yang belum pernah kami dapatkan di daerah kami sebelumnya , baru kami temukan di Ternate ini. Ada perbedaan beberapa kebudayaan di Daerah asal kami , ada juga beberapa yang hampir mirip , cuma beda dalam penyebutan namanyaa,” pungkasnya (Jufri)

