Sainspreneur Buah Karya Para Guru Kelompok MGMP IPA Kabupaten Subang
Subang, PORDES – Hal biasa bila pada suatu sekolah belajar tentang sains atau ilmu pengetahuan. Kemudian disisi lain entrepreneurship biasanya juga banyak dipelajari atau di praktikan di tingkatan mahasiswa atau bahkan training khusus keminatan.
Pekan kegiatan para guru MGMP IPA Kabupaten Subang ini sangat menarik karena menggabungkan atau kolaborasi antara sains dan entrepreneurship menjadi suatu racikan baru sainspreneur suatu bauran dua aktivitas yang tidak boleh di pandang gampangan.
Arif P Rahman, seorang guru di SMA di Subang mengatakan, dalam kegiatan ini Siswa harus mencari sumber material atau bahan yang bernuansa sains, namun disisi lain siswa juga di dorong dengan bahan dan material sains tersebut untuk memiliki nilai tambah.
“Sehingga material memiliki manfaat daya guna dan nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan harga materialnya. Pada posisi manfaat dan nilai ekonomi tinggi inilah makna dari entrepreneurship nya di munculkan dan dilatih untuk tumbuh,” kata Arif. Senin (13/12/2021)

Arif, guru IPA yang juga anggota dari MGMP IPA Kabupaten Subang ini juga menambahkan, siswanya sangat antusias dan mereka memberanikan diri untuk beraktualisasi dan mengekpresikan segala ide ide nya. “expresinya mana, mana expresinya, ho ho ho ha ha ha hi hi hi,” teriak para siswa antusias.
Dia memberikan ilustrasi, saat di kampus Biologi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto 1998 – 2000 ada Kelompok Studi Miselium Club Fabio yang di komandani oleh kakak tingkatnya Joko Sistriyono, saat itu memanfaatkan limbah serbuk gergaji kayu untuk media tanam jamur.
Kalau Sainspreneur ini memanfaatkan bahan-bahan sederhana saja, limbah air mineral, plastik, kertas, busa, kain kaca atau gelas, tanaman yang ada disekitar dan lain seterusnya. Siswa berpikir untuk menerapkan teori sebagai bagian daripada Sainsnya untuk dikemudian dibuat menjadi suatu apa yang bernilai lebih.
Hadir dalam kesempatan itu Kadis Pendidikan Kabupaten Subang, Tatang Komara, yang bersama rombongan menghadiri stand milik para siswa.
“Siswa-siswa pada kreatif dan memanfaatkan bahan di masyarakat dan bahkan limbah plastik untuk kegiatannya,” kata Kadis Pendidikan bersama rombongan.
“Kegiatan seperti sainspreneur harus terus tumbuh dan berkembang, karena mengkreasikan menciptakan dan mengolah bahan dan material di lingkungan menjadi bernilai. Di sekolah ilmu di dapat dan sekaligus mendapatkan menu kesukaan,” sambungnya. (sisjo)

