Danyonif 732 Banau Letkol Inf Wahyu Widya Sasono Sematkan Baret Kepada 78 Prajurit TNI di Puncak Gunung Saria

PORDES HALBAR – Komandan Bataliyon Infantri 732/Banau Letkol Inf. Wahyu Widya Sasono mengukuhkan 78 Prajurit TNI dilakukan dalam tradisi pembaretan di Tugu Banau yang berada di puncak Gunung Desa Saria, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Sabtu 21 Oktober 2023.

Terpantau disepanjang jalan Desa Saria masyarakat menyambut antusias kehadiran Prajurit TNI Batalyon 732 Banau berjalan mengelilingi Desa Saria. Tampak dua orang Tetua berdiri dan sambil memercikkan kepala para prajurit dengan air. Desa Saria memiliki Dua Soa (Tetua) yakni Soa Falahu dan soa Facei dimana para prajurit harus mengelilingi kedua Soa Tersebut.

Setelahnya , para Prajurit menuju ke puncak Gunung di suatu tempat keramat mereka berhenti sebentar untuk minum. Usai istirahat sejenak para Prajurit melanjutkan perjalanan hingga sampai ke sebuah tempat yang disebut Tugu Pahlawan Banau , dan melakukan upacara. Sebelum tiba di tempat tersebut mereka di wajibkan berteriak “Banau” sebanyak tiga kali.

Dalam upacara tersebut, Danyonif 732 Banau, Letkol Inf. Wahyu Widya Sasono membacakan amanatnya yang berisi Acara tradisi pembaretan di puncak gunung Saria merupakan tradisi yang lazim dilaksanakan dan mempunyai makna yang sangat penting bagi prajurit tradisi pembaretan tersebut bertujuan menumbuhkan rasa bangga terhadap kesatuan. Pembaretan tersebut dilaksanakan secara formal dalam bentuk upacara khikmad sebagimana yang telah dilaksanakan oleh TNI pendahulu.

Dalam tradisi tersebut, telah melewati rute napak tilas perjuangan pahlawan Kapiten Banau pada tahun 1914, saat itu kata Danyonif, dipuncak gunung Saria, pihaknya bersama anggota berada pada tempat yang sangat sakral yang mana tempat tersebut yang di gunakan oleh Kapiten Banau sebagai tempat menyusun kekuatan perang dan strategi untuk melawan penjajah Belanda pada masa itu.

“Dengan dilaksanakannya rangkaian tradisi pembaretan di puncak Saria ini, saya Danyonif 732/Banau meminta kepada prajurit Banau-banau muda agar menumbuhkan jiwa semangat juang yang tinggi, cinta tanah air, semangat untuk membela dan mempertahankan kedaulatan wilayah NKRI sesuai dengan tugas pokok TNI sebagai prajurit yang dibanggakan dan dicintai rakyat sebagimana yang terpatri dalam jiwa Kapiten Banau,” tegas Danyonif 732 Banau.

Danyonif 732 / Banau Letkol Inf. Wahyu Widya Sasono mengucapkan selamat kepada prajurit yang telah dikukuhkan dan disahkan sebagai keluarga besar Yonif 732/Banau.

“Kepada para pendukung, saya mengucapkan terima kasih atas kerjasama dalam bentuk tenaga, moril, dan pikiran, sehingga terlaksananya tradisi ini dengan sukses, aman dan terkendali,” Ucapnya.

Ia mengimbau kepada semua Prajurit yang telah menerima baret agar terus semangat pada diri prajurit , selalu tingkatkan ilmu dan keterampilan serta selalu junjung tinggi martabat dan kehormatan kesatuan.

“Semoga Tuhan yang maha pengasih dan penyayang senantiasa memberikan bimbingan, petunjuk dan lindungannNya kepada kita semua dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan Negara Indonesia,”

Danyonif 732 Banau Letkol Inf. Wahyu Widya Sasono, Saat ditemui Portal Desa mengatakan, dirinya selaku Danyoninf 732 Banau mengucapkan banyak terimakasih kepada masyarakat di Desa Saria maupun di Desa Idamdehe yang sudah banyak membantu selama proses tradisi dan sambutan yang luar biasa khusunya di Desa Saria sangat luar biasa.

Diketahui perjalanan pembaretan dengan rute mulai dari Mako Bataliyon Infantri 732 Banau kemudian berjalan melewati Polres Halmahera barat sampai ke Desa Idamdehe untuk beristrahat sebentar , kemudian melanjutkan ke Desa Saria, dan naik ke tugu Pahlawan Banau.

Wahyu menjelaskan , pembaretan di tugu puncak gunung Saria adalah tradisi Kesatuan Batalyon Infantri 732 Banau, ia berharap prajurit prajurit Banau termasuk dirinya bisa mewarisi nilai nilai kepahlawanan Pahlawan Banau.

“Jadi yang belum ikut karena sementara melaksanakan tugas, karena saat ini beberapa pasukan sedang melaksanakan tugas , ada yang PAM di daerah rawan, kemudian PAM yang lain , nanti setelah mereka kembali kita melaksanakan tradisi ini lagi dan Kedepan tetap kita tradisikan seperti ini,” ungkapnya

Terakhir dikatakan Danyonif 732 Banau , dengan tradisi tersebut dirinya sangat berharap agar Prajurit Yonif 732 Banau lebih dekat dengan masyarakat, karena TNI dari Rakyat untuk Rakyat dan akan kembali menjadi Rakyat (Ris)